Biadab! Sedang Salat Berjemaah, Warga Gaza Ditembak Israel


Biadab! Sedang Salat Berjemaah, Warga Gaza Ditembak Israel

Pembantaian tengah berlangsung di perbatasan Gaza-Israel. Aksi protes puluhan ribu warga Gaza disambut oleh peluru-peluru yang melesat dari arah yang tidak diketahui. Para penembak jitu Israel beraksi, membunuh dan melukai warga-warga Palestina yang menuntut haknya.


Diberitakan Reuters, sedikitnya 15 orang tewas dan 70 lainnya terluka dalam aksi Hari Tanah yang akan dilanjutkan dengan peringatan Nakba sejak Jumat lalu hingga 15 Mei mendatang. Sekitar 30 ribu warga Gaza mendirikan tenda dekat perbatasan, semua orang tanpa kecuali, termasuk ibu-ibu dan anak-anak mereka.


Pemakaman berlangsung sejak dua hari terakhir untuk para korban tewas yang ditembus timah panas Israel. Militer Israel sejak pekan lalu telah mengatakan, lebih dari 100 penembak jitu disebar di perbatasan, demi menghalau orang-orang yang mereka sebut "teroris".

Kecaman dunia berdatangan kepada Israel, menyusul berbagai video yang menunjukkan jatuhnya korban sipil dalam aksi itu. Beberapa di antara mereka bahkan tidak bersenjata, wanita, dan anak-anak. Tembakan muncul sembarangan, bahkan untuk mereka yang tengah salat berjemaah.

Dalam salah satu video yang diunggah Jacob Magid, seorang wartawan Times of Israel, di Twitter, terlihat tembakan Israel mengenai kaki seorang pria yang sedang salat berjemaah di atas tanah.



Pria itu terlihat kesakitan. Dia langsung keluar dari shaf dan berjalan pincah ke arah kawan-kawannya yang membopongnya, sebagian lain mengerubunginya untuk menghindarinya dari peluru.

"IDF pasti akan sulit beralasan pria ini jatuh dari sepeda," tulis Magid.

Komentar Magid ini merujuk pada kasus Ahed Tamimi yang disebut Israel kepalanya luka akibat jatuh dari sepeda. Padahal, Tamimi ditembak kepalanya oleh peluru karet tentara Israel.


Ini bukan video satu-satunya penembakan warga Gaza oleh Israel. Banyak yang tersebar di media sosial, kematian dan luka yang diakibatkan peluru tajam Israel.

Sebuah video lainnya menunjukkan seorang pemuda Gaza yang dihujani tembakan ketika mengambil sebuah ban di perbatasan Israel. Dia berlari, sementara peluru menghujam bumi. Peluru lantas mengenai seorang pemuda yang membantunya, dia langsung terkapar.



Israel berdalih, tembakan diperlukan untuk mencegah "para teroris" mendekati wilayah mereka. Menurut Hamas, hanya ada lima anggota mereka yang tewas tertembak, sisanya adalah warga sipil.

Israel memperketat keamanan di perbatasan dekat Gaza selama peringatan Hari Tanah Palestina yang dimulai Jumat (30/3) hingga Nakba pada 15 Mei mendatang.

Hari Tanah adalah peringatan tewasnya enam warga Israel keturunan Arab oleh tentara Israel pada aksi protes perampasan lahan pada 1976. Sementara Nakba adalah peringatan terusirnya ratusan ribu warga Palestina oleh Israel pada 1948.


Dengan aksi ini, warga Gaza menuntut dikembalikannya tanah-tanah mereka yang direbut Israel usai Perang Arab. Israel menolak tuntutan itu karena khawatir akan ada gelombang kedatangan besar warga Arab ke wilayah mereka.[www.tribunislam.com]

Sumber : kumparan.com, b-islam24h.com

Sebarkan...