Alumni 212: Kalau Sukmawati Minta Maaf Silakan, Tapi Proses Hukum Jalan Terus


Alumni 212: Kalau Sukmawati Minta Maaf Silakan, Tapi Proses Hukum Jalan Terus

Alumni 212 tetap melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Bareskrim Polri terkait kasus dugaan penghinaan agama. Padahal, adik Megawati ini sudah meminta maaf kepada publik.


Anggota Persaudaraan Alumni 212, Dedi Suhardadi mengaku menerima permintaan maaf Sukmawati. Namun proses hukum harus terus berlanjut.

"Ini masalahnya penodaan agama dan saya kira minta maaf itu silakan, tapi proses hukum sudah berjalan dan tidak akan dicabut tidak," kata Dedi kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018).

Sekjen Pembela Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab ini memuji kerendahan hati Sukmawati lantaran mau mengakui kesalahannya.

Namun pihaknya tak bisa menghentikan proses hukum karena belum tentu semua umat Islam yang merasa tersakiti mau memaafkan kesalahan putri proklamator tersebut.

"Mengenai masalah Sukma sudah minta maaf, maaf saya secara pribadi enggak masalah. Persoalannya yang dihina bukan saya, bukan pribadi, ini agama syariat, agama saya muslim," ujarnya.

Apalagi, puisi Sukmawati yang membandingkan suara azan dengan kidung tak pantas diungkapkan. Karena bagaimanapun juga, Islam merupakan sebuah agama bukan budaya.

"Ketika suara azan dibandingkan suara kidung itu kan produk budaya. Bagi saya azan tidak ada bandingnya. Suara azan itu indah dan merdu yang bisa mengusik hati menyangkut emosi bisa saja menitihkan air mata, kalimat Allahu Akbar itu luar biasa dan ketika dibandingkan dengan kidung itu, itu berarti lebih jelek. Saya kira bagi anda yang muslim sakit enggak? Sakit," tutup Dedi dengan nada kesal.

Laporan Dedi diterima Bareskrim dengan LP/455/IV/2018/Bareskrim dengan tuduhan penodaan agama sesuai pasal 156 KUHP. Selain itu, Sukmawati juga dilaporkan oleh Forum Anti Penodaan Agama. [www.tribunislam.com]

Sumber : kricom.id



Sebarkan...