Wasekjen MUI: Penggusuran Masjid-Masjid di Sumatera Utara bukan Hoax


Wasekjen MUI: Penggusuran Masjid-Masjid di Sumatera Utara bukan Hoax

Wakil Sekjen MUI Ustadz Tengku Zulkarnain menegaskan bahwa apa yang pernah dia ungkapkan terkait 13 buah masjid yang mengalami penggusuran, dan dijerat masalah di Sumatera Utara bukanlah berita bohong alias hoax.


Penegasan itu disampaikan Ustadz Tengku Zulkarnain untuk menjawab tulisan metro_online.co yang mengutip pernyataan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumatera Utara (Poldasu) bahwa berita tentang ada masjid yang digusur di Sumatera Utara adalah hoax.

“Dengan ini kami ingin memberikan masukan kepada pihak Poldasu, khususnya Kabid Humas Poldasu, Kombes Rina Sari Ginting agar jangan terburu mengatakan penggusuran masjid masjid di Medan adalah hoax,” tulis Ustadz Tengku melalui akun Facebooknya, Selasa (27/3) malam.

Selanjutnya, Ustadz Tengku pun menyebutkan ketigabelas masjid yang mengalami penggusuran dan dijerat masalah lainnya.

Bahwa selama ini tidak dapat dipungkiri memang ada masjid masjid yang sudah mengalami pengusuran di Sumatera Utara atau paling tidak pernah mengalami permasalahan hukum atau gangguan.

Berikut ini kami tuliskan nama beberapa masjid tersebut sebagai masukan kepada Polda yang katanya sudah menurunkan tim untuk menelitinya dan tidak mendapatkan adanya berita masjid digusur.

1. Masjid al Jihad Pulo Brayan pernah diruntuhkan pada sekitar tahun 1990an. Digusur dan mau dipindahkan ke sebelah rel kereta api di belakang ruko ruko milik saudara kami keturunan Cina. Saat itu masjid al Jihad sempat rata dengan tanah. Tapi berkat perjuangan kaum muslimin di sana, masjid al Jihad berhasil dipertahankan setelah memakan pengorbanan tenaga, waktu, pikiran, airmata dan harta. Saya dan almarhum alhafizh haji Mahyuddin adalah salah satu yang ikut memperjuangkannya bersama masyarakat muslim Pulo Brayan saat itu.

2. Masjid al Khairiyah di belakang Emerald Garden Hotel Jalan Puteri Hijau Medan. Masjid ini bersebelahan dengan Madrasah Al Khairiyah dan Gereja Okumene. Masjid al Khairiyah musnah dan Madrasah al Khairiyah juga musnah. Tapi Gereja Okumene sampai saat ini masih berdiri tegak. Pelaku penggusuran diduga adalah PT Jatimasindo. Tersangka nya adalah Nazir Masjid al Khairiyah saat itu.
Persoalan masjid ini sudah diadukan ke Polrestabes Medan sejak tahun 2004 yang lalu. Tersangkanya juga sudah ada. Tapi proses hukum sampai saat ini belum tuntas. Bahkan bulan lalu kembali diadukan oleh Forum Umat Islam Sumatera Utara ke Polrestabes Medan langsung kepada Kapolrestabes Medan yang baru untuk diproses ulang. Berkas sudah diserahkan kembali ke pihak Polrestabes Medan untuk diproses lanjut. Kami menunggu lanjutan proses hukumnya.

3. Masjid at Thayyibah di Jalan Multatuli Medan. Dihancurkan oleh Perusahaan yang dipimpin oleh BB, tanggal 10 Mei 2007 dan dipindahkan ke depan posisi masjid yang lama. Padahal masyarakat menolak dipindahkan. Namun dengan pengawalan Pasukan Brimob saat itu, masjid at Thayyibah akhirnya dimusnahkan. Kejadiannya tahun 2007. Sudah dilakukan upaya hukum ke pengadilan belum berhasil direbut kembali.

4. Masjid al Ikhlas di Jalan Timor. Masjid ini sempat diruntuhkan dan dimusnahkan. Kejadian tahun 2011. Lokasi tanah juga sudah dipagar. Tapi Forum Umat Islam Sumatera Utara dan Masyarakat Islam serta Ormasy Ormasy Islam di Medan terus berjuang. Akhirnya dengan keputusan Jendral TNI Edi Pramono, KASAD saat itu alhamdulillah masjid ini dikembalikan ke masyarakat Islam dan dibangun bertingkat dua, walau dengan ukuran tanah yang berkurang banyak. Terimakasih kami kepada Bapak Jendral Edi Pramono yang telah mengembalikan masjid al Ikhlas.

5. Masjid Roudhatul Islam di dekat Emerald Garden Hotel Jalan Puteri Hijau Medan. Digusur dan dimusnahkan bahkan jalan Negara di sana dipagar oleh PT Jatimasindo. Masjid ini sudah ada sertifikat wakafnya dari negara. Alhamdulillah berkat perjuangan FUISU dan seluruh Ormasy Islam Sumatera Utara masjid itu dikembalikan kepada kaum muslimin. Sudah dibangun kembali dengan uang Umat Islam. Walaupun alas hak tanahnya sampai saat ini belum dikembalikan oleh pihak Jatimasindo kepada kaum muslimin, khususnya pihak Pengurus Masjid.

6. Masjid Jendral Sudirman, di Jalan Pattimura Medan Seiring dengan direuslag nya Kompleks Kaveleri, Masjid ini juga hilang. Berbeda dengan di Jakarta saat Kompleks Militer direuslag, bangunan masjid di atas tanah itu diserahkan KASAD Jendral Edi Pramono kepada kaum Muslimin di Jakarta.(Beritanya ditulis di berbagai media di Jakarta. Termasuk Harian Republika).

7. Masjid Nurul Hidayah di jalan Pancing Medan. Sempat mengalami teror akan digusur juga. Sudah hampir digusur pada tahun 2007 dan berhasil dipertahankan FUISU dan Ormasy islam di Medan. Sekarang sedang dalam upaya membangunnya lebih baik.

8. Masjid Taqwa di dekat Hotel Hermes di Polonia. Hotel ini membangun tempat parkir sangat dekat ke Masjid Taqwa dan pastinya menyalahi izin dan AMDAL. Bahkan saat hujan lebat pernah tembok dari lantai 4 Hotel semplak dan menimpa atap masjid. Walau sudah didemo berkali kali oleh umat islam. Diadakan perdamaian di depan notaris tapi pihak Hermes kemudian menyalahi perjanjian dan malah membangun Residen(Perumahan). Hal ini menimbulkan reaksi kembali. Dan akhirnya pihak Walikota menghentikan pembanguan Hermes Residence tersebut. Ini berarti ada masalah yang menimpa masjid umat islam.

9. Masjid Ar-Ridho di Polonia Ujung. Masjid di bekas Kompleks TNI ini dibongkar dan dimusnahkan. Namun dengan perjuangan kaum muslimin di sana masjid ini berhasil dibangun kembali.

10. Masjid al Ikhlas Jalan Nyiur di perumnas Simalingkar. Di-klaim oleh Yayasan keluarga Amal Sholih sebagai aset Yayasan tersebut. Hal ini telah dilaporkan kepada pihak Poldasu oleh FUISU. Setelah perjuangan beberapa tahun laporan perkara ini malah di SP3 oleh Poldasu. Sekarang FUISU mempertimbangkan untuk menggugat Prapradilan untuk mempertahankan masjid itu.

11. Masjid Amal Silaturrahim yang sudah dibuatkan masjid “palsu” dengan nama yang sama yakni Amal Silaturrahim juga, lokasinya di luar kompleks Perumnas Sukaramai, bukan di atas tanah milik Perumnas pula. Dan masjid lama akan digusur untuk pembangunan Rumah Susun Mewah Sentraland. Masjid ini sedang diperjuangkan oleh kaum muslimin di Medan dan oleh Ormasy Ormasy Islam, DPRD, MUI, serta FUISU dari upaya penggusuran. Saat ini masih berlangsung perjuangan mempertahankan masjid tersebut.

12. Masjid Fisabilillah Porsea, dibakar Orang Tidak Dikenal sebanyak tiga kali. Dan kali yang ketiga masjid ini musnah terbakar. Akhirnya dibangun kembali oleh FUISU dan Donatur umat islam. Sementara pelaku pembakaran tidak pernah terungkap.

13. Masjid al Munawwarah di tepi sungai dikhawatirkan akan roboh. Akan dipindahkan ke lokasi tanah wakaf dari hamba Allah di tepi Jalan Raya. Pembangunan sudah dilaksanakan sebagiannya berupa pondasi dan tiang tiang beton. Semula masyarakat sekitar tidak keberatan. Bahkan seorang pendeta yang baik telah membawa surat persetujuan warga yang ditandatangi para warga. Namun belakangan pembangunan masjid ditolak karena diduga adanya “provokator.” Lurah akhirnya menolak memberikan izin dan Bupati pun menyetop pembangunan masjid ini. Lokasi masjid ini di Sarulla, Tapanuli Utara.

Belum lagi masjid yang dibakar pada satu malam yang sama, di Aek Loba yakni Masjid Taqwa dan satu lagi Nur Hikmah. Walaupun Masjid Taqwa tidak sampai musnah terbakar, akan tetapi masjid Nur Hikmah musnah dilalap api. Pelaku dikabarkan pihak Kepolisian sebagai orang gila. Kejadian sekitar tahun 2011 yang lalu. Dan, Peresmian masjid baru Nur Hikmah dilakukan oleh Bupati Asahan tanggal 16 Maret 2012.

Demikianlah sedikit gambaran tentang masjid masjid yang tergusur atau mengalami permasalahan permasalahan di Medan dan Sumatera Utara.

Pihak Forum Umat Islam Sumatera Utara siap untuk berdialogh dengan pihak Poldasu mengenai hal ini. Semoga akan mendapatkan solusi dan pemecahan masalah demi keamanan dan persatuan bangsa.

Semoga tulisan ini bermanfaat sebagai pelajaran hidup di NKRI bukan untuk memecah belah apalagi menimbulkan fitnah atau berita HOAX. Justru dengan merekam semua peristiwa tersebut kita berharap kejadian serupa tidak terulang lagi.

Jayalah NKRI…. Merdeka….

Tengku Zulkarnain
Warga Negara Indonesia.[www.tribunislam.com]

Sumber : dakwahmedia.co

Sebarkan...