“Tak Respon Soal Penolakan Menara Masjid Sentani, Jokowi Bisa Dianggap tak Berpihak ke Islam”


“Tak Respon Soal Penolakan Menara Masjid Sentani, Jokowi Bisa Dianggap tak Berpihak ke Islam”

Di mata publik, Presiden Joko Widodo bisa dianggap tidak berpihak ke Islam karena tidak memprotes sikap intoleran sejumlah pihak yang melarang pembangunan menara Masjid di Sentani, Jayapura, Papua.


Pendapat itu disampaikan pemikir Islam Muhammad Ibnu Masduki kepada intelijen (20/03). Seharusnya, Jokowi cepat merespon penolakan itu. “Harusnya Jokowi cepat merespon kasus itu, terlebih ini tahun politik, di mana Jokowi butuh dukungan dari umat Islam,” beber Ibnu Masduki.

Ibnu Masduki memperkirakan, tidak adanya respon Jokowi dalam kasus menara masjid itu mendorong umat Islam, khususnya Islam perkotaan untuk tidak memilih Jokowi di Pilpres 2019.

“Belum lagi jika lambatnya respon Jokowi itu disampaikan di kalangan Islam pedesaan maupun kiai di kampung. Suara Jokowi bisa habis,” tegas Ibnu Masduki.

Menurut Ibnu Masduki, kasus penolakan pembangunan menara masjid di Sentani merupakan ujian toleransi bagi Pemerintahan Jokowi. “Kalau tidak bisa menyelesaikan dengan baik, bahkan menara Masjid harus dibongkar, wibawa Jokowi habis,” pungkas Ibnu Masduki.

Sebelumnya, Persekutuan Gereja-gereja di Kabupaten Jayapura (PGGJ) menuntut agar pembangunan menara Masjid Al-Aqsha Sentani dihentikan dan dibongkar. PGGJ meminta agar tinggi gedung masjid tersebut diturunkan sehingga sejajar dengan tinggi bangunan gedung gereja yang ada di sekitarnya. PGGJ beralasan menara Masjid Al-Aqsha saat ini lebih tinggi dari bangunan gereja yang sudah banyak berdiri di Sentani.

Ketua Umum PGGJ, Pendeta Robbi Depondoye meminta agar pembongkaran dilakukan selambatnya 31 Maret 2018, atau 14 hari sejak tuntutan resmi diumumkan. PGGJ juga sudah menyurati unsur pemerintah setempat untuk pertama-tama menyelesaikan masalah sesuai aturan serta cara-cara persuasif.[www.tribunislam.com]

Sumber : intelijen.co.id

Sebarkan...