Pendukung Penista Agama Catut Nama 212 Tanpa Malu, Habib Novel Geram



Melalui kiriman pesan whatsapp kepada awak media, Habib Novel Bamukmin menerangkan perihal Relawan Nasional (Renas) 212 sebagai pendukung Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia, yaitu suatu wadah relawan untuk mendukung Jokowi kembali menjadi Presiden 2019-2024.

“Saya mendapatkan berita beberapa hari yg lalu tentang RENAS 212 JPRI yaitu relawan nasional 212 rupanya mereka juga sudah tertarik dengan 212 yang mengguncang dunia dengan dipadati masa sampai 8 juta orang tersebut dengan kedamaian dan keteduhan dalam Aksi Bela Islam, dalam agenda bela alqur’an (Al Maidah 51) yg dihina oleh anak emas penguasa sehingga sang penista agama yg membuat kegaduhan dgn mengadu domba anak bangsa dan agama ini didukung penuh,” jelas Habib Novel, di Jakarta, Jumat (3/3).

Habib Novel selaku humas Persaudaraan alumni 212 tersebut mengatakan “Ketika itu, dengan kelompok yg menamai renas 212 jpri ini meneruskan misi pecah belah kembali yg telah dilakukan oleh pemecah belah ulung. Itu dengan nama pake embel embel 212 diduga untuk mengelabui yang awam, yang tidak paham betul dengan arti perjuangan alumni 212.”

“Melawan penista agama dilanjut sampai sekarang melawan kriminalisasi ulama dan aktivis , lgbt , koruptor 35 T , narkoba ratusan ton , komunis , utang 4000 T , pekerja asing dan aseng , pembubaran ormas islam , penjegalan partai islam , dan jebakan kpd MCA sesungguhnya itulah mulianya perjuangan 212 yg pantas dipakai dan dimuliakan alumni 212.”

“Namun beda dengan versi 212 abal abal ini sebagai bungkusnya saja sama namun didalamnya berbeda dan sangat berlawanan 180 derajat karna yg akan memangsa orang awam dgn pembodohan opini 212 , lahirnya 212 adalah melawan jokowi yg mendukung penista agama lalu dipakai 212 untuk mendukung jokowi sungguh tidak tau malu dan tidak beradab melakukan tipu muslihat.” ujar Habib Novel.

“Karena yang menjadi korbannya adalah orang orang awam dengan pembodohan opini yg justru 212 abal abal ini mengatas namakan islam rahmatan alamin , tapi membela penista agama yg didukung untuk bebas saat ini dgn PK ahok, kriminalisasi ulama dan aktivis , membiarkan komunis menunjukan dirinya walau ada perintah gebuk , lgbt , penjualan aset kpd asing dan aseng,pembubaran ormas dan penjegalan partai islam , membiarkan koruptor 35 T , pekerja aseng , tidak tegas terjadap pengedar narkoba, membiarkan negara terlilit hutang sampai 4000 T sungguh sangat miris kedok agama dipakai untuk mendangkalkan agama yg memang ini tujuan penganut paham liberal , komunis , aliran sesat yg memang musuh agama,” tutupnya.(kl/sw)[www.tribunislam.com]

Sumber : eramuslim.com



Sebarkan...