Diduga Akun Istri Ishomudin marah-marah ke Ust Abdul Shomad, ini penyebabnya


Diduga Akun Istri Ishomudin marah-marah ke Ust Abdul Shomad, ini penyebabnya

Akun media sosial seorang perempuan berhijab dengan nama Shally Widyasavitri Ishomuddin ramai dikunjungi netizen.


Bagaiamana tidak, satu pekan terakhir dipenuhi dengan pernyataan menohok dengan dai yang sedang di puncak popularitas Ustadz Abdul Somad.

Nyaris di setiap updating status barunya, Shally selalu mengunggah tentang Abdul Somad, dai dengan julukan sejuta views.

Postingan Shally Widyasavitri Ishomuddin

“Adakah yang masih percaya orang yang teriak khilafah orang NU?? Maaf mad orang NU tidak bodoh, cacian dan fitnah ustad ganteng yang sudah bersunat ini menusuk jantungku pemirsah..sesama muslim saja dia ejek karena kurang adab apalagi non muslim yg diangap kafir,” tulis Shally yang diunggah Kamis (22/3/2018) malam.

Siapa Shally Widyasavitri Ishomuddin. Kenapa wanita berjilbab ini tiba-tiba sangat marah dengan Ustadz Abdul Somad?

Shally adalah istri dari Ketua Rais Syuriah PBNU, KH Ahmad Ishomuddin. Shally ternyata marah gara-gara pernyataan Abdul Somad yang beredar lewat video menjelek-jelekkan suaminya, KH Ishomuddin.

Di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, hingga Jumat (23/3/2018) video berjudul MIRIS…!! Ust Abdul Shomad Menghina Rois Syuriah PBNU masih jadi perbincangan di grup-grup Whatsapp berhaluan Ahlusunnah Waljamaah.

Dalam video itu, Abdul Somad membahas sosok KH Ishomuddin setelah mendapat pertanyaan dari jamaah.

Berikut kutipannya:

Pertanyaan: Ada salah satu pengurus MUI yang menjadi saksi untuk Ahok?

Jawaban Ustad Abdul Somad:

Ishomudin sudah dicopot (dari pengurus Majelis Ulama Indonesia)
Jangan takut lagi dengan Ishomuddin

Ternyata doktornya tak betul dia tak doktor belum pula berangkat haji.

Haji Ola Ulun haji ola belum dis**** belum

Dan apanya itu yang di Lampung itu pun tidak bertanggungjawab.

Kami Sekolah Tinggi Agama Islam Lampung tidak bertanggungjawab atas segala tingkahlaku Ishomuddin. Pokoknya dia sedang tersudut habis sekarang.



Rupanya video ini juga ditonton dan dibaca istri Kiai Ishomuddin.
Melalui akun Facebook, istri kiai bernama Shally Widya Savitri iini pun langsung bereaksi dan menyampaikan kekesalannya.

“INI ADALAH BUKTI NGUSTAD HOAX..!!Mungkin dia pikir orang semua percaya bualannya, asal orang tertawa menghina orangpun jadi, pelawak nggak lucu. Tak ada yang pecat dari MUI, apalagi NU, ini Ustadz menyebar HOAX (Berita Bohong)”. Tulis Shally Widya Savitri, dalam komentar distatusnya, pada Sabtu (17/3/2018) 15.00 Sore.

Diakses Selasa (20/3/2018), ragam komentar dukungan menanggapi pernyataan Shally ini.

Ishomuddin Terkenal Saat Saksi Sidang Ahok

Di kalangan NU, KH Ahmad Ishomuddin (50), bukan nama asing.

Jabatan Rais Syuriah PBNU bukti ketokohannya.

Ishomuddin masuk rais syuriah di era KH Sahal Mahfud.

Namun bagi publik di luar nahdliyyin, nama Ishomuddin benar-benar dikenal saat menjadi saksi ahli meringankan bagi terdakwa Basuki Tjahaja Purnama.

Ishomuddin menjadi saksi ahli meringankan yang dihadirkan tim penasihat hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam sidang kasus penodaan agama.

Ia merupakan Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Dosen Fakultas Syariah IAIN Raden Intan Lampung ini mengatakan kehadirannya di persidangan ke-15 Ahok sebagai ahli independen.

“Saya pembantu Rasi Aam (PBNU), tapi saya tidak mewakili NU. Saya di sini atas nama pribadi,” kata Ahmad dalam persidangan, di Auditorium Kementerian Pertanian, Selasa (21/3/2017).

Dalam kesempatan itu, Ahmad sempat menjelaskan soal arti ‘awliya’ dalam Surat Al-Maidah Ayat 51.

Menurutnya, berdasarkan tafsir baru Kementerian Agama, kata ‘auliya’ berarti teman setia.

“Kecuali terjemahan Kementerian Agama yang lama dan sudah direvisi (arti awliya pemimpin),” katanya.

Namun, menurutnya tidak masalah bila masih ada yang mengartikan ‘auliya’ sebagai pemimpin.

Tapi ia sendiri menyebut bahwa arti ‘awliya” sekarang adalah teman dekat.

Dalam risetnya terhadap 30 kitab tafsir tidak ada satu pun mendapati bermakna pemimpin jadi kata awliya.

“Saya membawa sekitar 111 halaman dari puluhan kitab tafsir tidak ada satu pun saya mendapati bermakna pemimpin jadi kata “awliya” adalah kata yang musytarak, memikiki banyak sekali makna di mana ahli tafsir memilih satu di antara makna tersebut,” katanya.

Logikanya kalau jadi teman dekat saja tidak boleh, apalah lagi jadi pemimpin, yang semua urusan bersandar padanya menyangkut hajat hidup orang banyak.[www.tribunislam.com]

Sumber : dakwahmedia.co



Sebarkan...