Viral Video Siswa Tantang Gurunya Duel, Begini Nasibnya Sekarang


Viral Video Siswa Tantang Gurunya Duel, Begini Nasibnya Sekarang

Belum hilang keprihatinan atas tragedi yang menimpa guru Budi, warganet kembali dibuat geram dengan video seorang siswa yang menantang duel gurunya. Video itu beredar luas di Purbalingga, Banyumas, dan wilayah sekitarnya.


Dalam video berdurasi sekitar 32 detik itu, seorang siswa berbicara dengan suara keras karena tak terima dihukum. Ia pun mengancam sang guru akan mengadangnya.

Dengan "basa ngapak" atau Banyumasan, ia juga menantang sang guru. Bahkan, ia membuka bajunya sembari menantang si guru untuk duel di lapangan.

Beruntung, guru-guru tak meladeni tantangan bocah sok jago ini. Dengan halus, para guru melayani dengan bahasa halus dengan sedikit meledek. Tampaknya, ada kejengkelan dalam ledekan para guru itu.

Tak urung, video yang beredar luas di berbagai lini masa dan grup-grup aplikasi pesan pun mengundang kegeraman warganet. Nyaris seluruh warganet marah dengan apa yang diperbuat oleh siswa tantang duel gurunya itu.

"Duel ama gua aja bocah, sok buka baju. Badan aja gak ada kaya sapu lidi," tulis seorang warganet dengan akun Agustinus.

Siswa Ketahuan Membolos dan Kongkow di Warung Warga

Belakangan diketahui, video itu adalah siswa MTs Maarif NU di Desa Krenceng, Kecamatan Kejobong, Purbalingga, Jawa Tengah.

Wakil Kepala Bidang Kurikulum MTs Maarif NU Krenceng, Tarwan, membenarkan bahwa video itu memang terjadi di sekolahnya. Tampak dalam video adalah seorang siswa, TG (14), yang menantang guru pelajaran dan guru pembimbing.

Sekaligus, Tarwan mengklarifikasi bahwa yang ditantang TG adalah guru, bukan kepala sekolah, seperti yang beredar luas di media sosial.

"Yang ditantang berkelahi bukan kepala sekolah, tapi guru pelajaran," dia menerangkan, Senin, 5 Februari 2018.

Ternyata, peristiwa itu pun telah terjadi dua pekan lalu, yakni Senin, 22 Januari 2018. Saat itu, empat siswa MTs Maarif Krenceng diketahui membolos dan kongko-kongko sembari minum kopi.

Secara berombongan, mereka menggunakan sepeda motor dengan knalpot tak standar atau brong.

Mereka lantas dijemput oleh sejumlah guru, termasuk guru Bimbingan Konseling (BK) yang bertanggung jawab membina anak-anak itu. Sebagai hukuman, empat siswa itu diharuskan berjalan kaki ke sekolah yang berjarak kurang lebih satu kilometer.

Siswa Dikembalikan ke Orangtua

Adapun dua sepeda motor dengan knalpot brong milik siswa diangkut dengan pikap yang telah disiapkan. Selain mememakkan telinga, dikhawatirkan jika siswa menggunakan sepeda motor justru bakal kabur.

Sesampai di sekolah, mereka dibawa di kantor dan dibina oleh guru BK dan wakil kepala bagian kesiswaan. Saat itulah, seorang siswa, TG, marah-marah dan menantang duel gurunya. Ia bahkan mengancam akan mencegat sang guru.

"Mungkin marah karena disuruh jalan kaki ke sekolah," Tarwan menerangkan.

Sekolah pun lantas mengambil sikap tegas terhadap kelakuan TG yang sudah di luar batas toleransi. TG dikembalikan ke orangtuanya. Keluarga TG pun menerima dan memilih opsi mengundurkan diri dari sekolah tersebut dan memindahkan TG ke sekolah lain yang mau menampung.

Satu siswa lain juga memutuskan pindah dari MTs Maarif Krenceng ke sekolah lain. Adapun dua siswa lainnya memutuskan untuk bertahan dan bersedia dibina.

Tarwan mengklaim sekolah telah bertindak bijak. Ia menduga, dua siswa itu sudah tak nyaman bersekolah di MTs Maarif Krenceng.

"Kami penuhi atas permintaan mereka sendiri," dia menegaskan.

Saksikan video pilihan di bawah ini:[www.tribunislam.com]



Sumber : liputan6.com



Sebarkan...