Viral Santri di Garut Diduga Dianiaya, Ini Penjelasan Polri


Viral Santri di Garut Diduga Dianiaya, Ini Penjelasan Polri

Setelah dua ustaz dianiaya di Bandung, viral seorang santri dianiaya di Garut, Jawa Barat. Polri mengatakan peristiwa tersebut akan diproses secara hukum oleh kepolisian sesuai fakta.


"Kita saat ini lakukan proses penegakan hukum sesuai fakta yang ada," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (6/2/2018).

Iqbal mengatakan rentetan peristiwa penganiayaan ini belum jelas keterkaitannya. Dia meminta masyarakat tidak memandang tidak menarik kesimpulan sendiri.

"Tolong jangan memframing dulu ini adalah setting, pengalihan isu," ujar Iqbal.

Disinggung adanya indikasi dari pihak tak bertanggung jawab untuk menciptakan konflik terkait masa pilkada Jawa Barat, Iqbal menuturkan analisa kepolisian belum menganalisa hal tersebut.

"Belum sampai di situ (analisa upaya konflik horizontal)," ucap Iqbal.

Beredar foto yang menunjukan seorang santri asal Kabupten Garut, Jawa Barat, yang diduga menjadi korban pembacokan. Foto tersebut saat ini viral di media sosial.

Dalam foto-foto tersebut terlihat seorang pemuda yang disebut-sebut santri korban pembacokan tampak menggunakan baju yang robek di beberapa bagian. "Mohon di viralkan....!!!!!! Santri wajib waspada jaga Ulama dan pesantren," ungkap pemilik akun tersebut dalam kolom keterangan foto.

Pimpinan pesantren Al-Futuhat Ustaz Ahmad Syatibi membenarkan kejadian tersebut. Santri yang menjadi korban kekerasan itu diketahui berinisial Abd alias Uloh (24) dan menurutnya penganiayaan terjadi pada Sabtu (3/2) malam di Jalan Garut-Cijapati, Kadungora.

"Uloh ini keluar dari pesantren, karena orang sini. Tiba-tiba ada seseorang yang membawa motor tiba-tiba berkata kepada Uloh, Loh, ayo ke bawah, ada yang ribut, takutnya santri," katanya.

Saat itu, sambung Ahmad, Uloh kemudian mengiyakan ajakan orang tak dikenal tersebut. Kemudian, Uloh dan orang tak dikenal itu melaju menggunakan motor menuju kawasan JalanGarut-Cijapati.

"Setelah tiba di TKP, Uloh disuruh menunggu . Setelah menunggu beberapa menit, ada enam orang tak dikenal yang menghampirinya. Setelah pemukulan dan entah ditusuk atau dibacok, Uloh berhasil menyelamatkan diri," katanya.

Tidak ditemui luka sedikit pun di tubuh Uloh pasca pengeroyokan tersebut. Hanya saja, baju yang ia pakai saat kejadian robek di beberapa bagian. Kemarin (5/2) siang, polisi telah mengunjungi Uloh di pesantren. Petugas cukup kesulitan untuk memperoleh keterangan dari Uloh karena Uloh diketahui memiliki keterbatasan dalam berbicara.

"Kita masih dalami ini. Kita akan panggil korban untuk dimintai keterangan lebih lanjut," ujar Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna kepada wartawan hari ini, di tempat yang sama. [www.tribunislam.com]

Sumber : detik.com, b-islam24h.com

Sebarkan...