Video Hoax Ratu Inggris ke Masjid London, Ini Cerita Sebenarnya


Turn back Hoax 

Terkait info video hoax dengan tulisan “Ratu Inggris minta ke masjid hanya untuk meminta dengarkan Al Qur’an, karena sedang mengalami gangguan psikologis, ia merasa nyaman saat mendengar Al-Qur’an” kini beredar luas di jejaring media sosial baru-baru saja.


Dialnsir dari Telusur, sebenarnya setahun yang lalu video yang sama juga sudah diunggah dan disebarkan oleh seseorang yang memiliki akun bernama Abdul Hamid Mudjib Hamid. Tepatnya video tersebut diunggah pada tanggal 5 Januari 2017 di halaman video youtube.com berjudul “Ratu elizabeth minta diantar ke masjid di london utk mendengarkan lantunan ayat Al-Quran”.

Dan berdasarkan jejak digital, jauh sebelumnya sekitar sepuluh tahun lalu tepatnya pada tanggal 14 Mei 2008 lalu, akun bernama Sahih Salihin mengunggah video yang sama berjudul “Queen Elisabeth hört Quran in der moschee (Türkei) Masjid”

Berdasarkan penelusurran lebih jauh jejak digital terkait konten video tersebut, hasilnya adalah informasi video tersebut 100% hoax atau berita bohong. Unggahan video tersebut 10 tahun yang lalu menampakkan peristiwa yang terekam dalam video tesebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan sebuah masjid di London maupun suasana psikologis sang Ratu Inggris.

Kejadian sebenarnya adalah seperti pernah dilansir Associate Press yang dimuat usatoday.com, adalah liputan kegiatan Ratu Inggris Elizabeth II saat berkunjung ke Turki sepuluh tahun lalu.

“Ratu Elizabeth II mendengarkan resital Quran di sebuah masjid era Ottoman pada hari Rabu (14 Mei 2008: red), hari kedua kunjungan kenegaraan ke Turki. Sepatunya dilepas dan kepalanya tertutup, ratu tersebut mendengar seorang sarjana agama membaca ayat-ayat dari kitab suci di Masjid Hijau abad ke-15,” tulis usatoday.com.

Diberitakan bahwa sebenarnya peristiwa itu merupakan kunjungan pertama Ratu Inggris ke Turki setelah hampir 37 tahun bertahta. Kerajaan Inggris memandang pentingnya melekatkan hubungan dengan negara berpenduduk mayoritas Muslim yang diperebutkan dalam keanggotaan Uni Eropa. Sang Ratu pun sempat memuji peran Turki sebagai jembatan antara Barat dan dunia Muslim.

Oleh karena itu, berdasarkan penelusuran jejak digital video yang kini viral di jejaring sosial itu, menghimbau agar netizen tidak langsung mempercayai dan ikut-ikutan membagikan kembali satu informasi di dunia maya yang merupakan kabar bohong.[www.tribunislam.com]

Sumber : http://dakwahmedia.co

Sebarkan...