Video Habib Rizieq Blak-blakan Ungkap Berbagai Teror dan Kenapa Dirinya Keluar dari Indonesia

Video Habib Rizieq Blak-blakan Ungkap Berbagai Teror dan Kenapa Dirinya Keluar dari Indonesia

Pernyataan Habib Rizieq Syihab di hadapan kaum muslimin di Makkah:

"Saya sampaikan, keluarnya saya dari Indonesia ini sudah melalui suatu proses perjuangan yang sangat luar biasa dari berbagai macam upaya teror. Upaya untuk menghalangi dakwah saya, upaya untuk membungkam saya. Dari sebelum Aksi Bela Islam 411, itu sudah berlangsung, dengan tembakan senapan sniper ke kamar tidur saya, dua bom mobil yang diledakkan pada saat saya Tabligh Akbar, serangan-serangan bom molotov ke posko-posko FPI."


"Sampai-sampai setiap saya keluar dari rumah saya pesan ke istri 'Saya keluar, belum tentu pulang'. Karena segala sesuatu bisa terjadi di jalan."

"Dan saya selalu pesen ke supir, apapun yang terjadi di jalan, kalau ada mobil-mobil tidak dikenal yang mepet, kita bertarung dengan mobil tsb, dia yang tergelincir atau kita yang terbalik itu urusan Allah. Kalau kita dihadang, sebelum dia turun kita turun, sebelum diserang kita nyerang."

"Kondisinya sudah seperti itu. Tidak hanya seperti itu, teror ancaman, kita punya pesantren dikepung, pura-pura latihan brimob, sampai setiap habis sholat subuh terdengar dentuman-dentuman senjata. Itu semua teror. Saya hadapi itu semua."

"Dan saya pesen ke istri dan anak-anak, kalau terjadi sesuatu yang emergency darurat, saya jauh hari sudah siapkan pasport istri anak cucu menantu, saya bilang 'Segera kalian tinggalkan Indonesia, jangan pikirkan saya kalau saya ditangkep dimana saja, jangan mikirin nengokin besuk gak usah, yang penting keluarga kita selamatkan. Karena kadangkala pejuang menjadi lemah manakala keluarganya disandera."

"Detik-detik terakhir saya sudah mencium gelagat mereka mau menangkap, maka saya segera keluar dari Indonesia. Sebetulnya sudah beberapa kali mereka ingin menangkap tapi gak jadi dan gagal. Saya tunggu momentum, kalau momentumnya sudah tepat, hitungan per detik, akhirnya Allah menyelamatkan saya untuk keluar."

"Kalau saya tidak keluar dan menyerah dengan situasi yang ada, saya ditangkap ditaruh di Mako Brimob, satu minggu tidak boleh ketemu keluarga dan pengacara. Setelah saya ditangkap dan dikurung dari dunia luar, nanti ada skenario pihak yang berwenang mengatakan di media: "Kami sudah periksa Habib Rizieq. Habib Rizieq kooperatif. Habib Rizieq sudah mengakui kesalahannya. Habib Rizieq menyesal dan minta maaf." Nah mau bilang apa? Hancur perjuangan kita semua. Ini bisa terjadi. Karena media mereka kuasai. Kita tidak bisa bantah, karena saya dikurung dari dunia luar tidak boleh ketemu siapapun. Tapi dengan saya keluar, saya bisa bantah apapun yang mereka katakan.."

Habib Rizieq juga menyatakan upaya dirinya disogok Rp 1 Triliun dan ditolaknya.[www.tribunislam.com]

Video:



Video lengkap:



Sumber : b-islam24h.com

Sebarkan...