Soal Kepala Daerah Banyak yang Korupsi, Tjahjo: Masa Salahkan Sistem?



Kepala daerah di Indonesia saat ini menjadi sorotan publik. Pasalnya, dalam waktu satu bulan ini, sudah ada dua kepala daerah, yakni Gubernur Jambi Zumi Zola dan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko yang terjerat kasus korupsi.


Menanggapi hal tersebut, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan godaan korupsi yang menimpa kepala daerah bukan kesalahan dari pemerintah.

“Sistemnya sudah betul. Mereka sudah paham semua area rawan korupsi, sudah paham semua, perencanaan anggaran, jual beli jabatan. Pak Presiden, Pak Menko sampai saya sudah ngomong semua. Kalau sampai terjadi masa salahkan sistemnya? Kan enggak,” tutur Tjahjo di kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (5/2).

Tjahjo juga mengatakan pemerintah tak bisa melakukan pengawasan kepada kepala daerah selama 24 jam. Menurutnya, hanya kepala daerah tersebut yang bisa mengontrol dirinya sendiri.

“Yang mengawasi kepala daerah dirinya sendiri dong. Enggak bisa mengawasi 24 jam, enggak ada. Kembali ke diri masing-masing kalau ada masalah hukum, sudah selesai kita bahas dengan KPK,” lanjut dia.

Sebelumnya, Tjahjo juga mengatakan, pemerintah telah menerbitkan PP Nomor 58 Tahun 1995 tentang Pengelolaan Keuangan. Melalui PP itu, kata Tjahjo, pengelolaan keuangan tidak lagi menjadi area yang rawan korupsi.

“Saya sebagai Mendagri sangat meyakini area rawan korupsi terkait perencanaan anggaran khususnya, sudah dipahami oleh kepala daerah dan DPRD,” tuturnya, Jumat (2/2).[www.tribunislam.com]

Sumber : http://harakatono.com

Sebarkan...