Ternyata Utang Bank (RIBA) Dominasi Kasus Perceraian


Ternyata Utang Bank (RIBA) Dominasi Kasus Perceraian

Lilitan utang dalam rumah tangga menjadi faktor dominan yang melatarbelakangi perceraian. Pengadilan Agama (PA) Bogor mencatat, pasangan suami istri yang bercerai paling banyak disebabkan masalah ekonomi. Khususnya utang piutang.


Humas PA Bogor, Agus Yuspiain menga­takan, penyebab retaknya hubungan suami istri saat ini mayoritas karena terjerat utang bank. Jika diklasifikasikan, menurutnya, perceraian akibat lilitan utang bank terbagi dua. Pertama faktor ekonomi dan kedua tidak adanya tanggung jawab suami.
.
“Suami tak bisa laksanakan tanggung jawabnya karena lilitan utang berbunga. Bukan karena tak memiliki harta, melainkan jumlah utang melebihi harta yang dimiliki­nya,” jelas Agus kepada Radar Bogor, kemarin (30/1)

Berdasarkan data yang dimili­kinya, sejak Januari 2017 hingga awal Januari 2018, ada 1.062 pemohon mengajukan gugatan cerai. Dari total itu, sebanyak 795 kasus disebabkan masalah ekonomi termasuk terlilit utang dan meninggalkan tanggung jawab.

Selanjutnya, sebanyak 258 kasus karena perselisihan ter­masuk gangguan pihak ketiga; empat kasus karena moral, seperti poligami tidak sehat, krisis akhlak, dan cemburuan; empat kasus karena kekerasan dalam rumah tangga (KDRT); serta satu kasus karena pasa­ngan terjerat hukum pidana.
.
“Jika dilihat kronologinya, umumnya, kasus cerai gugat karena suami terjebak utang,” kata dia.
.
“Contoh, untuk membeli rumah melalui pinjaman bank saat ini cukup marak. Bunganya cukup besar dan sering kali membuat orang terjebak dalam utang besar,” paparnya. Kondisi saat ini, kata dia, berimbas pada ketergantungan masya­rakat pada bank.

Kamu kah korban berikutnya?[www.tribunislam.com]

Sumber : dakwahmedia.co



Sebarkan...