Terkait Pj Gubernur, Wiranto: Belum Dijawab Tapi Sudah Ada Reaksi Panas



Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia menggelar rapat koordinasi khusus dengan beberapa kementerian, Polri, dan TNI. Rapat tersebut membahas soal penanggulangan terorisme hingga polemik Pj gubernur dari unsur Polri.


Wiranto bersama dengan Menteri Dalam Negeri TJahjo Kumolo, Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksamana Madya TNI Didit Herdiawan, dan Wakapolri Komjen Syafruddin telah membahas mengenai masalah tersebut. Menurut Wiranto, Kemendagri memang sudah melayangkan surat ke Kemenkopolhukam, TNI, dan Polri untuk meminta bantuan tenaga yang akan ditunjuk sebagai Pj gubernur.

“Belum dijawab sebenernya apalagi di SK-kan oleh suatu SK yang resmi. Belum. Tapi kan sudah ada reaksi yang cukup panas dari berbagai pihak. Oleh karena itu kami sudah melakukan suatu rapat koordinasi,” jelas Wiranto, di kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (5/2)..

Menkopolhukam Wiranto juga mengatakan, penanganan teroris di Indonesia mendapat apresiasi dari negara-negara di dunia.

“Langkah-langkah Indonesia dalam melakukan satu penanggulangan terorisme dengan cara soft approach dengan cara-cara yang sangat manusiawi di mana kita mencoba melakukan deradikalisasi para pelaku terorisme,” ucap dia

Selain soal penanggulangan terorisme, dalam rapat yang digelar secara tertutup itu, juga membahas soal rekonsiliasi antara eks narapidana terorisme dengan korbannya. “Tadi sudah kita rapatkan dan akan kita lakukan nanti pada akhir bulan ini,” lanjut dia.

Rekonsiliasi itu akan dilakukan pada akhir bulan Februari ini. Sebanyak 110 mantan narapidana terorisme akan bertemu dengan para korban.

“Saat bertemu dengan korban, si eks napi teroris ini mengatakan permintaan maafnya, bahwa apa yang dilakukannya adalah sesuatu yang menyakitkan,” ungkap Wiranto. [www.tribunislam.com]

Sumber : http://harakatono.com



Sebarkan...