Pengamat Prediksi Proyek Infrastruktur Era Jokowi Akan Rusak Sebelum 8 Tahun



Deputi II Bidang Kajian dan Pengelolaan Program Prioritas, Kantor Staf Presiden RI Yanuar Nugroho mengatakan kepada wartawan (08/02), dampak pembangunan infrastruktur bisa dirasakan dalam rentang delapan tahun usai pembangunan.


Namun pandangan berbeda dilontarkan pengamat kebijakan publik, Arman Garuda Nusantara yang menyebut proyek infrastruktur yang dibangun Jokowi sudah rusak sebelum dirasakan manfaatnya delapan tahun lagi.

Arman membandingkan hal ini dengan ambrolnya tembok terowongan Jl Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta yang belum lama diresmikan.

“Tembok Perimeter Selatan Bandara Soekarno Hatta belum sampai 8 tahun saja sudah ambrol gimana infrastruktur yang lain? Waktu 8 tahun itu tidak sebentar dan saya yakin banyak infrastruktur yang dibangun saat ini sudah rusak duluan sebelum dirasakan manfaatnya 8 tahun lagi..,” tulis Arman di akun Twitter @armangn8.

Khusus soal ambrolnya tembok Jl Perimeter Selatan Soetta, anggota Komisi V DPR Nurhasan Zaidi, mendesak dilakukan investigasi yang mendalam,  untuk dapat dievaluasi secara tepat.

“Kami ingin hasil investigasi bersifat transparan dan dibuka ke publik,” kata Nurhasan Zaidi seperti dikutip aktual (07/02).

Menurut Nurhasan, ada kecurigaan bahwa tuntutan agar pembangunan cepat selesai bisa berdampak kepada kurang sempurnanya aspek desain, hingga pengawasan konstruksi.

Sementara itu, anggota Komisi VI DPR RI Nasril Bahar menyatakan, dalam mengejar target penyelesaian pembangunan infrastruktur, bisa saja ada faktor kesalahan manusia yang merugikan semua pihak.

Apalagi, ujar Nasril, bila proyek pembangunan tersebut diberikan target untuk diselesaikan, sehingga menimbulkan tekanan kepada para pekerja agar bekerja sesuai dengan target yang ditentukan. [www.tribunislam.com]

Sumber : eramuslim.com

Sebarkan...