Mustofa : Kasus Kematian MJ di Indramayu Persis Seperti Kematian Siyono di Klaten



Satu lagi kasus penyiksaan dan pembunuhan dilakukan Detasemen Khusus (Densus) 88 terhadap seorang Muslim. Beberapa waktu lalu, kasus seperti itu pernah menimpa Siyono di Klaten dan kali ini yang menjadi korban kebrutalan Densus 88 adalah Muhammad Jefri alias Abu Umar (32)


Muhammad Jefri diculik Densus 88 di Jl. Jenderal Sudirman, Desa Cipancuh, Kecamatan Haurgelis, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat pada Rabu (7/2/2018). Istrinya ASN (18) juga ikut dibawa dengan dalih untuk dimintai keterangan.
.
Muhammad Jefri yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang es, diklaim terlibat dalam kegiatan kelompok “teroris” di Indonesia.

Namun tersiar kabar di media sosial bahwa Muhammad Jefri telah meninggal dunia selama dalam tahanan Densus 88.
.
“Beberapa hari yang lalu ikhwan atas inisial MJ di tangkap di indramayu. Selang sehari istrinya pun diambil tuk di mintai keterangan.. tadi pagi istrinya beritahu istri ana bahwa MJ insya Allah telah Syahid mereka semua di bawa ke Lampung menemui ortu MJ… setelah itu tidak ada kabar lagi…. Setelah ditangkap hidup hidup dan pulang jadi mayat,” demikian kabar yang beredar di media sosial Facebook dan sejumlah grup Telegram.

Kematian yang terjadi pada Muhammad Jefri ini menurut pengamat terorisme Mustofa B Narahwardaya sama seperti kasus kematian Siyono Klaten. Saat itu, Siyono diculik Densus 88 setelah menunaikan sholat Maghrib berjamaah di sebuah Masjid yang berada disamping rumahnya. Beberapa hari kemudian, Siyono dibawa pulang Densus 88 sudah menjadi mayat.

Perlu diketahui, kasus serupa pernah terjadi dan menimpa Siyono dari Klaten. Pada awal Maret 2016, Densus 88 menculik Siyono dalam keadaan sehat, namun dua hari kemudian, Siyono dipulangkan sudah menjadi mayat.[www.tribunislam.com]

Sumber : http://dakwahmedia.co



Sebarkan...