Masyarakat Jambi Kecam Nama Puncak Gunung Kerinci Jadi Puncak Joko Widodo



Rencana Kabupaten Solok Selatan, Sumbar yang akan mengusulkan pergantian dan pemberian nama puncak gunung Kerinci dengan nama Presiden ke-7 Republik Indonesia, Puncak Joko Widodo mendapat respon berbagai pihak di Kabupaten Kerinci.


Berbagai kalangan dari pecinta alam maupun masyarakat Kerinci merasa keberatan dengan usulnya pergantian nama tersebut. Karena mereka menganggap gunung kerinci merupakan wilayah Kabupaten Kerinci, sehingga tidak boleh dilakukan pergantian nama secara sepihak oleh Sumbar.

"Wah tidak setuju ini saya, dari zaman jauh nenek saya lahir sudah ada namanya puncak indrapura gunung kerinci, ya otomatis kerinci punya, sudah di kasih lewat pintu belakang. Maau merubah nama puncak kerinci pula. mohon pemerintah harus tanggap masalah ini," ungkap Alpika Dores menanggapi usulan perubahan nama ini, Jumat (15/2).

Demikian juga dikatakan Ansi, dari pecinta alam(SISPALA) Kerinci mengatakan keberatan apa yang akan diusulkan Kabupaten Solok Selatan tersebut.

"Kami dari Sispala tidak setuju apa yang dilakukan oleh saudara di solok itu. Puncak kerinci adalah puncak indrapura jangan diubah lagi.itu sudah warisan nenek moyang kami masyarakat kincai," katanya

Lain lagi tanggapan dari Isran yang mengatakan kendati Dita to namanya nanti, tetap saja nama Gunung Kerinci akan abadi. "Walaupun di ganti namanya. Bagiku tetap KERINCI.nama itu akan tetap abadi di hatiku," ucapnya

Ada lagi kabar di masyarakat bahwa gunung Kerinci bahwa sudah lama diperebutkan oleh Sumbar. Sehingga dengan menghilangkan nama kerinci berarti gunung tersebut tidak ada kaitannya dengan kabupaten kerinci.

"Setelah dirobah namanya, maka mereka akan mengklaim gunung jokowi termasuk dalam kawasan sumbar, berdasarkan peta. terutama utk pengembangan pariwisata. karena gunung kerinci adalah salah satu ikon besar pariwisata. Jangan sampai terjadi,," ungkap Rudi seorang pemerhati wisata di Kerinci.

Sebelumnya informasi yang diperoleh Tribun, para pegiat pariwisata Sumatera Barat dan Sekretariat Bersama Pendakian Kerinci Solok Selatan mengusulkan pemberian nama puncak kerinci dengan nama Presiden ke-7 Republik Indonesia, Puncak Joko Widodo. Kalangan DPRD Provinsi Sumatera Barat menyetujui hal ini.

Karena menganggap Jokowi juga pernah melakukan pendakian kerinci pada tahun 1983, dan hal tersebut sangat berkesan bagi beliau. Terlebih waktu itu Jokowi melalui Solok Selatan untuk sampai di Kresik Tuo.usulan dan plang namanya nanti rencanaya akan letakkan di puncak kerinci 3805 Mdpl. Menunggu persetujuan dari Joko Widodo.

Kepala seksi Pengelolaan Kawasan Strategis  dan Destinasi Kepariwisataan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solok Selatan, Aig Wadenko mengatakan selain nama Jokowi, mereka juga mengusulkan nama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya.

“Kami mengusulkan tempat perkemahan terakhir pada ketinggian 3200 mdpl diberikan nama Camping Siti Nurbaya, sebagai apresiasi atas besarnya perhatian menteri untuk pembukaan jalur tersebut,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan ada 11 nama lagi yang digunakan sebagai tempat perkemahan sepanjang jalur pendakian 14,2 Km. Nama-nama tersebut memiliki arti penting dalam pembukaan jalur tersebut.[www.tribunislam.com]

Sumber : kabarsatu.news

Sebarkan...