Eggi Sudjana: Sejuta Umat Jemput Kepulangan Habib Rizieq Shihab



Ketua Panitia Penyambutan Imam Besar Habib Rizieq Shihab, Eggi Sudjana, mengklaim akan ada sekitar sejuta umat siap menjemput kepulangan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dari Arab Saudi ke Jakarta. Menurut Eggy, sejuta umat itu berasal dari 26 organisasi kemasyarakatan di Jabodetabek , Banten, Jawa Barat, dan Makassar.


"Diantaranya ada GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI) dan Jalan Masjid," kata Eggy Sudjana saat dihubungi, Ahad, 18 Februari 2018.

Eggi menuturkan, nantinya umat akan dibagi menjadi empat bagian, yakni divisi pengerahan massa, divisi keamanan, divisi logistic, dan divisi kesehatan. Divisi kesehatan, kata Eggy, sengaja dibuat untuk menangani peserta yang jatuh sakit.

Eggi enggan merinci lebih jauh soal detail mobilisasi umat
yang berasal dari berbagai daerah itu. Dia khawatir bila strategi itu diketahui, kedatangan umat dalam jumlah besar itu justru akan dihalangi. "Strateginya jelas ada," ujar Eggy.

Beredar kabar Habib Rizieq Shihab direncanakan pulang ke tanah air pada Selasa, 21 Februari 2018. Rizieq telah mendapatkan tiket pesawat yang akan membawanya tiba di Jakarta tiga hari lagi.

Eggi menuturkan, saat ini, Habib Rizieq masih melakukan salat istikharah untuk memutuskan apakah akan kembali ke Indonesia pada 21 Februari mendatang. Dia mengatakan, waktu pasti kepulangan sang habib mungkin akan diputuskan besok.

Sekretaris Jenderal DPP FPI DKI Jakarta Novel Bamukmin mengatakan dapat memastikan Habib Rizieq pulang jika kepolisian mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan atau SP3 atas kasus yang sedang membelit Pimpinan FPI itu.

Pada 26 April 2016, Rizieq ditetapkan sebagi tersangka oleh kepolisian atas perkara dugaan kasus pornografi. Sebulan sebelumnya, Habib Rizieq telah meninggalkan Indonesia untuk pergi ke Arab Saudi.

"Kalau ada SP3 Habib Rizieq Shibah pasti pulang, enggak usah nunggu istikharah," ujar Novel dihubungi dalam kesempatan terpisah. "Kalau memang terjadi benturan yang luar biasa, mendingan beliau menahan diri.".[www.tribunislam.com]

Sumber : kabarsatu.news



Sebarkan...