Diberi Kartu Kuning, Jokowi Akan Kirim Ketua BEM UI Ke Asmat, Begini Komentar Jleb Warganet!


Diberi Kartu Kuning, Jokowi Akan Kirim Ketua BEM UI Ke Asmat, Begini Komentar Jleb Warganet!

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat ‘kartu kuning’ dari Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (UI), saat menghadiri Dies Natalis ke-68 UI, pada Jumat (2/2) kemarin. Presiden Jokowi menilai wajar menyebut bahwa hal ini adalah sikap wajar dari mahasiswa, karena mereka masih memiliki jiwa muda dan aktif sebagai aktivis kampus.


“Saya kira ada yang mengingatkan itu bagus sekali,” ujar Jokowi usai mengunjungi Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Sabtu (3/2).

Jokowi menuturkan, hingga saat ini tuntutan yang diinginkan BEM UI belum diterimanya. Namun Jokowi tahu bahwa salah satu tuntutan yang diminta adalah perbaikan gizi bagi masyarakat suku Asmat, Papua, yang mengalami gizi buruk.

Jokowi pun berjanji akan mengirim perwakilan dari BEM UI bisa Ketua atau anggotanya untuk datang dan melihat langsung infrastruktur yang ada di sana. Sebab selama ini kesulitan pemerintah dalam menyalurkan bantuan dikarenakan kendala akses infrastruktur.

“Yah biar lihat bagaimana medan yang ada di sana (Asmat), kemudian problem-problem besar yang kita hadapi di daerah-daerah terutama di Papua,” ujar Jokowi.

Sebelumnya, Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) yang diketahui bernama Zaadit Taqwa menuturkan, aksi yang dilakukannya merupakan bentuk evaluasi bagi Jokowi dan Kabinet Kerja yang dipimpinnya.

“Jadi ngasih peringatan buat Jokowi untuk menyelesaikan permasalahan bangsa,” ujar Zaadit, Jumat (2/2).

Zaadit menuturkan, sebelum kedatangan Jokowi ke universitasnya, dia dan sejumlah mahasiswa UI lain telah menyiapkan tiga tuntutan yang dalam aksi di Stasiun Kereta API UI. Pertama, BEM UI meminta Jokowi segera menyelesaikan gizi buruk di Papua. Kedua, Jokowi harus bisa menetapkan Penjabat Gubernur agar tidak seperti Orde Baru di mana ada dwifungsi Polri, di mana anggota polisi aktif justru memegang jabatan selain di lembaganya.

Terakhir, terkait mengenai aturan bahwa mahasiswa bisa bergerak dan berorganisasi serta berkreasi secara aktif, tidak dikukung oleh peraturan yang membatasi ruang gerak mahasiswa. Dengan aksi ‘kartu kuning’ yang dilakukannya, Zaadit menyebut bahwa hal ini dijalankan untuk mempercepat tanggapan dari Jokowi, karena tiga hal yang dituntutnya sudah memakan banyak korban, khususnya tentang perbaikan gizi.

“Ini bentuk simpati ke teman-teman kita di Papua, bahwa Papua perlu diperhatikan. Papua juga bagian dari masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Komentar Netizen:

Indra Aria ShaZa Jika niatannya untuk sama2 mencari solusi itu baik tp klo u mempermalukan mahasiswa itu itu salah n tdk bijak…menurt saya sebaiknya jdika intropeksi bg bpk n jajaran mentrinya kenapa terlalu fokus ke insfrastuktur tp manusianya agak sedikit diabaikan…semoga bapk lebih bijak

Elvina Milani Harusnya pak pre5 yg ke asmat jgn ngeless akses susah, PKS udah….ACT udah. Masa maunya cm masuk gorong2 demi pencitraan ๐Ÿ˜‚

Dinaeka Shafitri ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ ini beneran presiden ngomong gt??? Nyuruh ketua bem UI ke asmat??? Mahasiswa dan rakyat itu wajar mengkritisi kinerja pemerintah, dia disuruh kesana trus presiden ongkang2 kaki mending dia aja yg jd presiden…sama kyk bawahannya beras mahal trus disrh tanam sendiri, dikritik mslh gizi buruk diasmat yg mengkritik srh keasmat…ya Allah mr presiden pola pikir anda persis anak sy yg umur 3 thn disuruh minum obat malah nyuruh balik ibunya aja yg minum

Agus Ahmad Farid Negri ini butuh negarawan…..mahasiswa hebat adalah pemimpin negri kedepan…..aneh bila tersinggung atau malah mempermalukan atau menangkapnya….negri ini butuh mahasiswa yg cerdas dan kritis atas pemaslahan bangsa….

Komentar lebih banyak ada di sini https://www.facebook.com/RepublikaOnline/posts/10160113135010434[www.tribunislam.com]

Sumber : moslemcommunity.net



Sebarkan...