Begini Jawaban Polri Soal Keluarga Tak Boleh Lihat Jenazah Jefri



Kematian Muhammad Jefri alias Abu Umar usai ditangkap Densus 88 Antiteror sempat menimbulkan kecurigaan sejumlah pihak. Sebab kabarnya, keluarga pria tidak diperkenankan untuk melihat jenazahnya.




Menjawab kecurigaan itu, Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto membantahnya. Dia mengatakan bahwa kepolisian sudah meminta keluarga Jefri untuk datang ke Rumah Sakit Polri usai jenazah diautopsi.

"Jadi tidak benar bahwa keluarga tidak boleh melihat," kilahnya saat menggelar konferensi pers di Mabes Polri, Kamis kemarin (15/2).

Dokter Ahli Forensik RS Polri Arif Wahyono mengatakan hal serupa. Dia menegaskan bahwa keluarga Jefri datang untuk menjemput jenazahnya.

Sekitar tujuh orang terutama ayah kandung Jefri yang berasal dari Lampung disusul istri Jefri dari Indramayu yang datang ke RS Polri. Kedua keluarga itu diberi kesempatan untuk melihat jenazahnya.

"Jadi pernyataan seperti itu enggak benar," tegas dia.

Namun kata Arif, dari pihak keluarga istri yang justru enggan melihat jenazah Jefri. "Katanya, sudahlah cukup gini saja," pungkasnya.

Diketahui, dari keterangan Mabes Polri dan merujuk pada hasil autopsi, Jefri meninggal karena terkena serangan jantung yang diawali dengan sesak nafas.

Sementara itu, Jefri ditangkap tim Densus 88 Antiteror Polri bersama istrinya yang berinisial ASN (17) di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Cipancuh, Haurgeulis, Indramayu pada Rabu, 7 Februari 2018. Diadisergap sekitar pukul 08.15 WIB dan tidak melakukan perlawanan.

Adapun Jefri dan istrinya diduga sebagai anggota Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) binaan seorang narapidana kasus terorisme di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur, Ali Hamka.[www.tribunislam.com]

Sumber : opini-bangsa.com



Sebarkan...