Ustad Zulkifli Ali: Tidak Mungkin Saya Membuat Keonaran


Ustad Zulkifli Ali: Tidak Mungkin Saya Membuat Keonaran

Ustad Zulkifli Muhammad Ali atau yang lebih dikenal sebagai Ustad Akhir Zaman mengaku dirinya tidak mungkin melakukan ujaran kebencian saat menyampaikan ceramah kepada jamaahnya. Sebab, apa yang disampaikannya sudah sesuai dengan Alquran dan hadits.


"Jadi tidak mungkin kalau ulama dikatakan sebagai pembuat kacau dan pembuat keonaran. Kita cinta dengan NKRI. Kami siap mati demi tanah air NKRI," kata Zulkifli di Gedung Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (18/1).

Zulkifli menyebut, apa yang disampaikannya dalam ceramah yang saat itu digelar di sebuah masjid kawasan Jakarta, maka merupakan hal benar akan terjadinya kekacauan sesuai apa yang dikatakan Nabi Muhammad SAW.

"Perlu diketahui apabila ada huru-hara dan kekacauan, itu sesuai yang disebutkan oleh Rasul SAW," ungkap Zulkifli.

Oleh sebab itu, Zulkifli dengan tegas menyampaikan kalau dirinya mencintai Indonesia dan tidak mungkin melakukan keonaran.

"Sungguh Demi Allah tidak ada yang lebih cinta dengan Indonesia, kecuali adalah anak-anak negeri sendiri yang di puncaknya adalah para ulama dan pewaris nabi," tandas Zulkifli.

Sebelumnya, Dittipid Siber Bareskrim Polri telah menetapkan Ustad Zulkifli Muhammad Ali sebagai tersangka, penetapan itu berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/1240/XI/2017/Bareskrim, tanggal 21 November 2017.

Kemudian ditindaklanjuti oleh Kanit III Subdit II Bagian Penindakan Siber Bareskrim Polri, AKBP Irwansyah, bahwa penetapan tersangka itu berdasarkan hasil dari penyidikan yang dilakukan oleh timnya, atas terbitnya Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP.Sidik/73/1/2018/Dittipidsiber, tanggal 3 Januari 2018.

Pada kasus ini, Zulkifli diduga telah melakukan ujaran kebencian yang berbau SARA dan memprovokasi, saat memberikan ceramah di salah satu masjid di Jakarta/. Lalu ceramah itu sempat menjadi viral di media sosial. Dalam ceramahnya itu, dia berani mengatakan bahwa Tahun 2018 nanti banyak kaum muslimin yang akan dibuang ke laut dan disembelih oleh kaum komunis, cina, syiah dan liberal.

Atas perbuatannya, Zulkifli disangkakan Pasal 16 Jo Pasal 4 Huruf B Undang-Undang RI Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi, Ras dan Etnis dan atau Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) atau Pasal 14 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.[www.tribunislam.com]

Sumber : jawapos.com

Sebarkan...