Tjahjo Kumolo Siap Tinggalkan Kursi Menteri Jika Terbukti Melakukan Permainan Politik


Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo meminta semua pihak tak perlu curiga dengan penunjukan dua jenderal Polri sebagai Pelaksana Tugas Gubernur (Plt). Apalagi sampai menuding dirinya melakukan permainan politik.


Pasalnya Irjen Mochamad Iriawan dan Irjen Martuani Sormin dianggap sebagai kandidat yang paling pantas menangani kerawanan di Jawa Barat dan Sumatera Utara.

"Tidak usah curiga," ujar Tjahjo kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (27/1/2018).

Dia mengaku siap meletakan jabatannya sebagai menteri, apabila penunjukan dua jenderal Polri itu hanya untuk kepentingan di pilkada serentak.

"Saya pertaruhkan nama, jabatan saya. Saya pertaruhkan pertanggungjawaban saya pada presiden," tegasnya.

Tjahjo Kumolo juga merasa heran, kenapa sekarang penempatan perwira tinggi Polri dan TNI sebagai penjabat gubernur dipersoalkan. Padahal tahun 2017 lalu dia juga menunjuk Irjen Carlo Tewu dan Mayjen TNI Soedarmo jadi Penjabat Gubernur Sulawesi Barat dan Aceh.

"Tidak ada yang mempersoalkan. Dua daerah yang dipimpin perwira tinggi Polri dan TNI itu juga aman-aman saja selama Pikada," ungkapnya.

Oleh sebab itu semua pihak tidak perlu curiga kepadanya. Karena apa yang ia lakukan semata-mata hanya untuk menjaga kodusifitas di daerah Jawa Barat dan juga Sumatera Barat.

"Ini kan untuk bangsa dan negara, enggak perlu curiga," pungkasnya.

Sebelumnya, Irjen Mochammad Iriawan diusulkan sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat, mengisi posisi yang ditinggalkan Ahmad Heryawan mulai 13 Juni 2018. Sementara, Irjen Pol Martuani Sormin‎ disiapkan mengisi posisi Penjabat Gubernur Sumut menggantikan Tengku Erry Nuradi yang habis masa jabatannya pada 17 Juni 2018.

Namun penunjukan tersebut hanya berupa usulan saja. Selanjutnya diserahkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menentukannya.
[www.tribunislam.com]

Sumber : musber.net

Sebarkan...