Mendukung HTI Membela Islam, Para Kiai dan Ustadz Ramai-Ramai Hadiri Gugatan HTI di PTUN


Mendukung HTI Membela Islam, Para Kiai dan Ustadz Ramai-Ramai Hadiri Gugatan HTI di PTUN

Sidang gugatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Timur pada Kamis (11/1) kemarin selalu ramai dihadiri para Ulama dan Ustadz. Semua kursi pengunjung yang tersedia dipenuhi oleh para ulama dan ustadz, bahkan banyak kiai dan ustadz tidak kebagian kursi sehingga terpaksa harus berdiri di luar.


Salah seorang ulama yang hadir pada sidang gugatan tersebut menyampaikan alasanya bahwa mendukung HTI merupakan bagian dari membela Islam, dan sekaligus menunjukkan kepada mereka yang anti terhadap Islam bahwa menghalangi perjuangan dakwah penerapan syariat islam secara kaffah dalam bingkai khilafah bukan hanya berhadapan dengan HTI tetapi juga akan berhadapan dengan umat Islam dan para ulama.

“Mendukung HTI sekaligus menunjukkan kepada semua pihak yang saya sebut anti Islam bahwa kalian bukan hanya berhadapan dengan HTI tetapi dengan kami umat Islam dan para ulama khususnya!” papar KH Ahmad Zain Qh sesaat usai sidang.

Menurut Pimpinan Pondok Pesantren Al Husan, Cikampek tersebut saat ini HTI benar -benar sedang didzalimi oleh rezim anti Islam dengan tuduhan yang keji sebagai ancaman bagi Indonesia.

“Bahkan pada sidang 4 Januari lalu para pengacara dari pihak rezim membacakan kalimat- kalimat yang demi Allah sangat menyakitkan Allah dan Rasul-Nya, Khilafah yang diusung HTI adalah pengkhianatan atas kedaulatan bangsa dan negara dan masih banyak lagi kalimat lainnya. Padahal pengkhianat dan ancaman atas bangsa ini adalah demokrasi yang melahirkan sekularisme yang kemudian melahirkan banyak maksiat, koruptor dan lain sebagainya,” tegas Kiai Zain.

Ia menegaskan, membela/mendukung HTI itu artinya membela Islam sebab semua yang diserukan HTI adalah dakwah menuju Islam kaffah dalam naungan khilafah. “Sebaliknya membiarkan HTI yang dianiaya rezim akibat dakwahnya adalah sama dengan membiarkan Islam dianiaya dan difitnah,” pungkasnya. [mun][www.tribunislam.com]

Sumber : harakatono.com



Sebarkan...