Kemenkumham Berpotensi Keok Lawan HTI, Semua Alat Bukti tidak Sesuai Prosedur Hukum


Kemenkumham Berpotensi Keok Lawan HTI, Semua Alat Bukti tidak Sesuai Prosedur Hukum

Sidang lanjutan gugatan perkara pembubaran HTI di PTUN berlanjut pada hari ini Kamis (18/1/2018). Gugum Ridho Putra selaku pengacara HTI memaparkan kelemahan bukti-bukti yang dihadirkan oleh tim kuasa hukum pemerintah.


“semua bukti video alasannya kita tolak semua, karena kejadian itu jauh semua sebelum perppu terbit, perppu ormas diterbitkan 10 juli 2017 nah video itu kejadiannya ada yang 013, 2014, 2015, 2016 jauh hari sebelum Perppu terbit, seharusnya kalau kita mau dihukum lewat Perppu, bukti-bukti tersebut sejak perppu ormas terbit kedepan.” Ungkap Gugum

Berikut pernyataan yang disampaikan oleh pengacara HTI:

  1. Bukti video yang dihadirkan adalah video-video yang berisi kejadian pada jauh hari sebelum perppu ormas diterbitkan, padahal pemerintah membubarkan HTI menggunakan Perppu.
  2. Tergugat dalam hal ini Menkumham tidak bisa menjelaskan dari mana sumbernya didapatkan video-video itu dan bagaimana cara mendapatkannya.
  3. Bukti harusnya diambil oleh pihak yang berwenang, diverifikasi oleh pihak berwenang, sedangkan ini kalau dilihat urutannya, mereka kumpulkan sendiri lalu dibawa ke bareskrim untuk diverifikasi, lalu pada tanggal 19 desember setelah diverifikasi keluar hasilnya dinyatakan orginal dll. Bukan begitu cara mengajukan bukti, dan itu gak bisa dijadikan bukti karena bukan hasil pemeriksaan yang resmi. Jadi kalau sesuai dengan due proces of law , kalau mau menghukum seseorang buktinya harus dikumpulkan oleh pejabat yang berwenang (polisi) dan itu harus sebelum dia dihukum, sedangkan ini HTI dibubarkan dulu baru diverifikasi. Sedangkan ini verifikasi keluar tanggal 19 desember 2017, HTI dibubarkan jauh hari sebelumnya yaitu tanggal 17 juli 2017.
  4. Beberapa video yang bukan kegiatan HTI tapi dituduhkan itu adalah kegiatan HTI, diantaranya ada 2, pertama mereka mengklaim video sumpah HTI di kampus IPB. padahal itu agendanya mahasiswa bukan agenda HTI. yang kedua ceramah salah seorang tokoh atau kyai yang hadir di acara tadi, tapi diklaim kegiatan HTI.
  5. Apa kesalahan HTI? apa yang menjadi persoalan? justru yang berbahaya bukan buktinya tapi kesimpulan yang dibuat, jadi kalau kita boleh balik justru kesimpulan itu melanggar hukum.
  6. Harapannya jika kita dibubarkan apa buktinya, mana hasil pemeriksaannya silahkan dihadirkan disini, gak ada, yang dihadirkan hanya video yang dicomot sendiri divalidasi sendiri di bareskrim.[www.tribunislam.com]



Sumber : dakwahmedia.co



Sebarkan...