Ini Alasan Polisi Panggil Dahnil Anzar Simanjuntak Terkait Kasus Novel Baswedan


Ini Alasan Polisi Panggil Dahnil Anzar Simanjuntak Terkait Kasus Novel Baswedan

Pihak kepolisian akan memeriksa Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak ke Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (22/1) mendatang. Pemeriksaan Dahnil sebagai saksi terkait ucapannya di salah satu stasiun televisi soal kasus penyiraman Novel Baswedan.


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan soal pemeriksaan tersebut. Argo mengatakan, pemeriksaan itu terkait pernyataan Dahnil dalam satu program di stasiun televisi yang tayang pada 8 Januari 2018, pukul 22.00 WIB.

Tayangan tersebut membahas soal penyelidikan kasus Novel yang tidak kunjung menemukan titik terang hingga saat ini. Dahnil menyebut jika pelaku dalam penyiraman Novel merupakan mata elang.

"Dia ada kegiatan di salah satu stasiun televisi. Dia menuduh orang, mengatakan bahwa pelakunya adalah mata elang. Makanya akan kami dalami di situ," kata Argo, Jumat (19/1).

Surat panggilan terhadap Dahnil diketahui telah menyebar di media sosial. Dalam surat itu tertulis jika pemeriksaan dijadwalkan pada pukul 14.00 WIB.

Berdasarkan dokumen yang didapatkan JawaPos.com, surat panggilan ini terkait dengan laporan Yasri Yudha Yahya, perihal kejadian penyiraman air keras yang dialami penyidik KPK Novel Baswedan, pada Selasa (11/04/2017).

"Sehubungan dengan statement dalam program acara Metro Realitas dengan judul 'Benang Kusut Kasus Novel’ yang ditayangkan pada tanggal 8 Januari 2018 sekitar pukul 22.00 WIB di Metro TV,” demikian bunyi dokumen tersebut.

Guna menindaklanjuti informasi yang dimiliki Dahnil, polisi pun memanggil pria kelahiran Aceh Timur, 34 tahun silam tersebut untuk datang ke ke Unit V Subidtkamneg Direskrimum Polda Metro jaya pada Senin (22/1) mendatang. ” Untuk didengar keterangannya sebagai saksi, oleh penyidik Kompol Raindra Ramadhan Syah dan penyidik pembantu Bripka Rosadi,” jelas dokumen tersebut.

Menanggapi adanya surat panggilan Nomor : S. Pgl/547/I/2018/ Ditreskrimum yang ditujukan padanya, Dahnil membenarkanya. "Iya saya sudah menerima laporan tersebut dan saya tidak paham terkait apa dan mengapa (saya dipanggil polisi)," kata Dahnil ketika dikonfirmasi JawaPos.com Kamis (18/01).

Namun, ketika ditanya lebih lanjut apakah dirinya akan hadir atau tidak memenuhi panggilan pemeriksaan tersebut, Dosen Tetap Fakultas Ekonomi, Univ. Negeri Sultan Ageng Tirtayasa Banten tersebut mengaku akan mempertimbangkan hadir atau tidaknya dengan tim hukum Muhammadiyah terlebih dahulu.

"Karena panggilannya tidak jelas, saya sebagai saksi apa, terkait kasus Novel Baswedan. Karena keterangan saya di Metro Realitas adalah penyataan biasa kekecewaan saya terhadap lambatnya penanganan kasus Novel Baswedan oleh kepolisian, dan saya saya yakini terjadi karena ada kendala teknis," pungkasnya.[www.tribunislam.com]

Sumber : jawapos.com

Sebarkan...