Ustadz Felix Siauw Jawab Argumen “Lawakan sebagai Kritik Sosial”



Ustadz Felix Siauw ikut menyoroti fenomena konten agama Islam yang dijadikan bahan lawakan. Ia menyebut lawakan dengan membawa nama Allah dan agama adalah lawakan rendahan, yang sejatinya untuk menyesatkan manusia.



“Tidak hanya menyesatkan manusia, tapi juga menjadikan jalan Allah sebagai olok-olokan, bahan lawakan, bahan candaan dan pancingan untuk ditertawakan,” katanya melalui akun medsos pribadinya, Selasa (09/01/2018).

Dai sosial media ini mengatakan bahwa tujuan untuk kritik sosial tidak bisa dibenarkan. Menurutnya, kritik itu kepada manusia bukan pada agamanya. Namun mereka menyebut “Allah” dan “Islam”.
“Apa tujuan mereka menyampaikan itu? Jelas, membuat orang tidak percaya dengan Islam, ingin menunjukkan bahwa agama tidak boleh dibawa ke ranah kehidupan,” kata Ustadz Felix.

“Inti yang ingin mereka sampaikan sebenarnya sama, bahwa agama itu tidak berpengaruh dalam kehidupan bernegara, bahkan agama hanya bikin masalah saja,” terangnya.

Ustadz Felix lalu menilai sebelum munculnya kalimat “Kafir Jujur Lebih Baik dari Muslim Korup”, terdapat tujuan yang ingin dibenamkan kepada kaum Muslim bahwa “beragama tak membuatmu baik”.

“Apa kondisi ideal yang mereka inginkan? Sebuah negera tanpa agama. Agama boleh dibicarakan di masjid, tapi jangan sampai sebagai dasar dalam menentukan keputusan hidup. Agama boleh membahas shalat, puasa, dan ibadah lain. Tapi jangan sampai jadi pertimbangan dalam memilih pemimpin, dan bahasan-bahasan kenegaraan,” ujarnya.

Ia kemudian mengatakan bahwa musuh kezaliman adalah Islam. “Dan mereka tahu, satu-satunya cara bisa meneruskan kedzaliman tuan-tuan serakah mereka, adalah menyingkirkan Islam,” tambahnya.[www.tribunislam.com]

Sumber : pembelaislam.com



Sebarkan...