Dua Jenderal Polisi jadi Plt Gubernur Jabar dan Sumut, Pengamat: Aneh dan Sangat Tendensius!



Dua jenderal polisi ditunjuk Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo untuk menjadi pelaksana tugas (Plt) Gubernur Jawa Barat dan Sumatra Utara. Keduanya adalah Asisten Operasi Polri, Irjen Pol M Iriawan dan Kadiv Propam Polri Irjen Martuani Sormin.


Pengamat politik Umar Syadat Hasibuan menilai penunjukkan Iriawan dan Martuani itu sangat tendensius. “Aneh dan sangat tendensius. Padahal banyak esselon 1 di Kemendagri kenapa musti polisi,” tulis Umar Syadat di akun Twitter @Umar_Hasibuan_.

Senada dengan Umar, komunikator Partai Demokrat, Panca Cipta Laksana, mengingatkan bahwa di Pilkada Jawa Barat 2018 ada purnawirawan Polisi yang ikut kontestasi Pilgub.

“Ini kok polisi aktif ditunjuk jadi plt Pak @jokowi ? Apalagi di Jabar ada mantan polisi ikut kontestasi,” tulis Panca di akun @panca66.

Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari di akun @isari68 menulis: “Sejak kapan urusan Mendagri soal Plt Gubernur, justru yang bicara dari Pihak Kepolisian? Tupoksinya Polri bukannya amankan Pilkada untuk menjaga netralitas? Cc @Kemendagri_RI.”

Praktisi media Gilang Mahesa turut mempertanyakan keanehan tersebut. “Jabar kenapa harus ada plt, kan Gubernurnya masih ada aktif belum habis masa jabatannya, dan beliau juga tidak maju dalam pilgub,” tulis Gilang di akun @Gilang_Mahesa.

“Saya cek habis 16 Juni Kang. Pilgub 27 Juni. Celah ini yang mau dimanfaatkan sepertinya,” tulis @panca66 membalas komentar @Gilang_Mahesa.

Menanggapi polemik di publik, Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sony Sumarsono mengatakan kedua perwira tinggi Polri itu masih sebatas diusulkan untuk menjabat sebagai pejabat (Pj) gubernur.

“Ada dua jenderal polisi sedang diusulkan untuk Jabar dan Sumut. Usulan sifatnya, (tapi) keputusannya tergantung Pak Presiden,” ujar Sumarsono seperti dikutip inilah (25/01).

Jika nantinya usulan kedua nama itu diterima oleh Presiden maka keduanya akan resmi menjabat sebagai pejabat gubernur usai masa jabatan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) habis pada bulan Juni 2018 dan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi pada Februari 2018[www.tribunislam.com]

Sumber : intelijen.co.id



Sebarkan...