Berusaha Provokasi Seorang Muslim di Dalam Kereta, Wajah Pria Ini Jadi Viral! Anda Bakal Kesal Lihat Tingkahnya Yang Kurang Ajar


Jangan memprovokasi umat lain.

Sore ini (Senin, 22 Januari 2018) seperti biasa saya naik KRL arah bogor dari stasiun Tanah Abang. Saya berdiri di depan seorang bapak setengah tua. Bapak itu membawa HP dengan flash light di bagian atas HP (biasanya flash light di bagian belakang).


Tidak lama setelah kereta jalan, lampu flash light dari HP tersebut menyorot tepat ke mata saya, sehingga pandangan mata saya blur sesaat. Saya berpikir mungkin bapak ini tidak sengaja.

Saya tutup mata, sampai flash light dari HP itu mati. Tidak lama kemudian flash light menyala lagi, saya masih berprasangka baik, saya hanya menghalangi cahaya flash light dengan HP saya. Sampai ketiga kalinya, saya berpikir bahwa bapak itu sengaja menyalakan flash lightnya. Saya ingatkan bapak itu supaya jangan lagi menyalakan flash light.

Tak lama kemudian bapak ini memperdengarkan khotbah dari agama dia dengan suara yang sengaja dikencangkan supaya bisa di dengar orang sekitarnya. Saya tidak mau mendengar khotbah itu, jadi saya pasang earphone di telinga saya.

Rupanya bapak itu sengaja supaya saya mendengar khutbah itu, suara dibuat lebih kencang sehingga menembus earphone saya. Karena merasa tidak nyaman, earphone saya lepas dan saya perdengarkan murottal dengan suara yang keras untuk menyaingi khotbah tersebut.

Tak berapa lama, dia menurunkan volume suara dari handphone dia, jadi saya juga mematikan suara murottal dari HP saya.

Tak lama berselang, bapak itu berulah lagi dengan memperdengarkan adzan dari HP, layar HP diarahkan ke saya dengan sengaja supaya saya melihat yang ada di layar dia. Ternyata background video adzan itu adalah 2 wanita yang menggunakan jilbab, tapi bugil, sehingga kelihatan auratnya (silahkan lihat bagaimana arah gambar video di HP dia).

Saya yang merasa terganggu, mengambil foto bapak itu dan layar HP-nya sebagai bukti. Saya bicara ke bapak itu dengan nada agak tinggi. "Kalau bapak mau dengarkan khotbah agama bapak, dengarkan sendiri, jangan ganggu orang lain. Kalau bapak mau melihat video seperti itu, lihat sendiri, jangan ditunjukkan ke orang lain.

Menujukkan viseo adzan dengan video background seperti itu, namanya pelecehan agama Islam, bapak jangan bikin gara-gara sama saya." Kemudian bapak itu menjawab, "saya hanya mendownload saja, untuk saya lihat sendiri" Saya jawab, "Saya punya bukti bapak sengaja menunjukkan ke saya, tadi saya sudah ambil foto bapak, nama bapak siapa ?". Bapak itu ngomong tidak jelas, tidak mau menujukkan namanya. Kemudian bapak itu diam, dan sayapun diam.

Tak berapa lama, orang disebelah saya bilang "Pak, bapak itu mau ambil foto bapak". Rupanya bapak tua itu sembunyi-sembunyi mau foto saya. Sambil menghadap ke kamera bapak itu, saya bilang "Silahkan foto saya, nama saya aminun, kalau mau perpanjang urusan, saya punya bukti kuat". Bapak itu menyangkal mau ambil foto saya, kemudian diam lagi. Akhirnya bapak itu turun di stasiun Pasar Minggu.

Poin saya, jangan memprovokasi umat Islam. Kalau ketemu bapak ini dan berbuat hal yang sama, tolong di video aja. Kalau ada yang kenal bapak ini, tolong dinasehati, udah tua, waktunya tobat, bukan cari gara-gara.

Edited :

1. Ini ulah oknum saja, tidak bisa digeneralisir ke umat lain. Di semua agama ada oknum. Jangan sampai kebencian terhadap suatu kaum menyebabkan kita tidak adil memperlakukan umat lain.
2. Masalah fisik tidak bisa jadi alasan untuk kebencian, itu sudah pemberian dari Sang Pencipta. Tidak ada orang yang bisa minta dilahirkan dengan kulit putih, ganteng dst...

Tulisan disadur dari facebook Aminun Nahari.[www.tribunislam.com]

Sumber : http://news.moslemcommunity.net



Sebarkan...