24 Anak Asmat Meninggal Gizi Buruk, Jokowi: Akses ke Sana Sangat Berat Sekali

24 Anak Asmat Meninggal Gizi Buruk, Jokowi: Akses ke Sana Sangat Berat Sekali

Ada kejadian luar biasa (KLB) di Kabupaten Asmat. Gizi buruk plus campak memakan puluhan korban jiwa anak-anak. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi bahwa memang akses menuju ke lokasi teramat sulit.


"Ya memang kalau kita lihat, saya berikan contoh, medan di sana itu memang sangat berat sekali," kata Jokowi usai menonton sepakbola di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (14/1/2018) malam.

Dia memberikan contoh, dirinya pernah ke Nduga, Papua. Jarak yang harus ditempuh bisa berhari-hari. Begitu juga akses jalan ke Wamena tak kalah sulit.

"Ini sama, Asmat juga sama perjalanan adalah rawa. Di situ harus naik (perahu) boat dua jam sampai tiga jam," kata Jokowi.

Biaya naik perahu itu Rp 2 juta sampai Rp 3 juta untuk masyarakat. Kini dia menyatakan sudah mengirimkan tim ke Asmat untuk mengatasi masalah busung lapar ini. Dia berbicara dengan Menteri Kesehatan Nila Moeloek di sampingnya.

"Sudah dari September semenjak ada campak. Tapi betul, yang Bapak bilang ini (akses menuju lokasi) ini sangat menyulitkan," kata Menkes Nila Moeloek.

Tim sudah sejak September masuk ke sana. "Tapi sekali lagi memang sudah kirim makanan tambahan, tapi memang medan ke sana sangat-sangat sulit," kata Jokowi.

Sebanyak 24 anak meninggal akibat kejadian luar biasa (KLB) campak disertai gizi buruk di Asmat dalam empat bulan terakhir. Jumlah masih terus didata oleh Pemerintah Kabupaten Asmat dan kemungkinan bisa bertambah. 12 Balita tengah dirawat di Rumah Sakit Agats, badannya kurus dan kesehatannya labil.

Korban meninggal dunia berasal dari Kampung Kapi sebanyak delapan orang, dari Kampung As dan Kampung Atat ada 15 orang anak. Satu anak meninggal di Rumah Sakit Agats karena terlambat mendapat penanganan medis.[www.tribunislam.com]

Sumber : kabarsatu.news

Sebarkan...