Sejumlah Nama Akan Dipolisikan terkait Penolakan Ustadz Abdul Somad di Bali


Sejumlah Nama Akan Dipolisikan terkait Penolakan Ustadz Abdul Somad di Bali

Advokat GNPF Ulama, Ismar Syarifuddin mengatakan bahwa aksi penolakan Ustadz Abdul Somad merupakan bentuk persekusi.


Berdasarkan penjelasan yang ia dapat dari pihak keamanan di Bali, penolakan Ustadz Somad bermula dari provokasi di media sosial. Salah satunya dari postingan seorang anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Bali, Arya Wedakarna.

“Berdasarkan perkataan Bapak Kapolres di Bali jelas bahwa ini semua terjadi karena adanya provokasi lewat medsos. Ini saya juga cek di medsos bahwa kenapa pelakunya tersebut adalah Arya Wedakarna itu anggota DPD,” ungkapnya kepada Kiblat.net pada Ahad (10/12/2017) melalui sambungan telepon.

Menurut Ismar, pihaknya akan melaporkan sejumlah nama terkait kasus penolakan tersebut. Nama-nama tersebut masih dalam klasifikasi dan akan dilaporkan ke Mabes Polri pada Selasa 12 Desember 2017.

“Salah-satunya adalah Gus Yadi mengaku sebagai anggota NU tetapi dibantah oleh Banser, Arya Wedakarna dan ada beberapa pihak lainnya. Kita akan klasifikasi siapa-siapa pentolannya atau siapa saja provokatornya. Itu yang akan kami laporkan secara resmi di Mabes Polri,” sambungnya.

Ia menambahkan, tindakan persekusi yang dilakukan terhadap Ustadz Abdul Somad sangat menyakitkan. Ditambah lagi, dimunculkan tuduhan-tuduhan miring seputar dirinya. Ismar menegaskan bahwa aksi persekusi tersebut adalah tindakan intoleran sesungguhnya.

“Merekalah yang sebenarnya intoleran, merekalah yang sebenarnya anti NKRI dan tidak Pancasilais, itulah sebenarnya,” tegasnya.[www.tribunislam.com]

Sumber : kiblat.net



Sebarkan...