PBB Tolak Klaim Sepihak Donald Trump Jadikan Al Quds Ibukota Zionis Israel


PBB Tolak Klaim Sepihak Donald Trump Jadikan Al Quds Ibukota Zionis Israel

Dewan Keamanan PBB menolak mentah-mentah pengakuan sepihak Donald Trump yang menjadikan Al Quds sebagai Ibukota Zionis Israel, dalam pertemuan darurat yang digelar atas permintaan delapan negara anggota pada hari Jum’at (8/12) waktu AS.


Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Nikolai Mladenov, memperingatkan dampak eskalasi kekerasan yang timbul akibat penyataan Trump soal Al Quds.

“Saat ini ada bahaya nyata dari serangkaian tindakan sepihak yang kita sedang lihat yang akan membuat kita tak bisa mencapai tujuan bersama perdamaian kita,” ujar Mladenov kepada Dewan Keamanan PBB.

Sedangkan anggota delegasi Perancis menyatakan Yerusalem mesti menjadi ibu kota untuk dua negara, lewat jalur perundingan.

“Masalah Al Quds itu istimewa dan cakupannya melebihi dari sekadar wilayah Israel dan Palestina,” kata anggota delegasi Perancis.

Dia menyatakan negaranya, Perancis, tidak mengakui aneksasi Israel atas Yerusalem Timur dan menganggapnya sebagai bagian dari wilayah yang diduduki, dan menyerukan penghormatan kepada hukum internasional, perlindungan solusi dua negara dan penghindaran eskalasi kekerasan.

Lain halnya dengan duta besar Inggris untuk PBB yang berjanji untuk terus menekan semua pihak untuk menghindari aksi yang bisa merusak perdamaian, seraya menyatakan negaranya hanya mengakui perbatasan-perbatasan Israel-Palestina sebelum Perang 1967.

Duta besar Inggris untuk PBB menyatakan Al Quds Timur adalah bagian dari wilayah Palestina dan menyatakan tindakan sepihak telah merusak peluang perdamaian langgeng di Timur Tengah.

Utusan Inggris ini menyebut Trump tak membawa manfaat bagi perdamaian Palestina-Israel.

Lain halnya dengan duta besar Mesir di PBB yang menyatakan status Al Quds sebagai kota yang diduduki tidak berubah, dan tak akan berubah meskipun ada pengakuan dari AS itu.

Mesir menganggap pengakuan Trump itu berdampak sangat buruk terhadap proses perdamaian.

“Masyarakat internasional tidak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Semua resolusi Dewan Keamanan PBB telah dimentahkan oleh pendudukan Israel di Yerusalem,” kata delegasi Mesir.

Sementara itu delegasi Swedia menyatakan implikasi masalah Yerusalem jauh melebih wilayah Timur Tengah.

Dia menyebut pernyataan Trump itu berat sebelah dan bertentangan dengan posisi banyak negara.

“Eropa memiliki posisi bersama menyangkut Yerusalem sebagai ibu kota dua negara,” kata dia dalam laman Al-Arabiya. “Kami tidak mengakui keputusan Washington menganggap Yerusalem ibu kota Israel.” (Tsc/Ram)[www.tribunislam.com]

Sumber : eramuslim.com



Sebarkan...