Artis Mantan LGBT: ”Tidak ada kata terlambat untuk mau berubah kembali” Karena LGBT bukan Takdir


Artis Mantan LGBT: ”Tidak ada kata terlambat untuk mau berubah kembali” Karena LGBT bukan Takdir

Dilahirkan dengan nama Samuel David Alexander Brodie, pria ini memiliki kisah hidup yang berliku. Di masa lalunya, pria yang biasa disapa Sam ini pernah menjadi seorang wanita. Kala itu, dia dikenal dengan nama Samantha.


Kini dirinya telah berubah kembali menjadi laki-laki seutuhnya. Samuel menceritakan kisah hidupnya dalam sebuah buku berjudul Samuel, Samantha and Me. Dengan keberaniannya, Sam membuka sisi tergelap kehidupannya, yang tidak diketahui banyak orang.

Dalam buku itu, pria berdarah Ambon-Skotlandia ini menceritakan tiga fase kehidupan yang telah dilewatinya. Dimulai dari fase saat ia kanak-kanak, kemudian remaja, hingga kini ia telah menjadi seorang ayah.

Di buku ini, ia memberikan sebuah sisi pandang yang berbeda tentang dirinya. "Banyak orang mengenal saya hanya dari sisi yang terlihat di depan kamera. Oleh karena itu, saya ingin bercerita lebih banyak di buku ini," kata Sam kala ditemui di peluncuran buku tersebut, di Gramedia Matraman, Jakarta, Selasa, 26 November 2013.

Dibantu Sofie Beatrix dan Didi Cahya sebagai penulis buku, Sam menuturkan naik turun kehidupannya sebagai seorang manusia. Bagaimana keterpurukan di masa remaja membuatnya bersahabat dengan peralatan make up hingga akhirnya ia menjadi nyaman dengan identitas barunya sebagai perempuan bernama Samantha Brodie.

Hijrah ke negeri orang dan sukses di dunia entertainment sebagai wanita bernama Samantha, tak lantas membuat kehidupannya tenang dan damai. Jauh dari Tuhan membuatnya dekat dengan barang-barang jahanam, seperti minuman keras dan narkoba. Pada akhirnya barang-barang itu pula yang membawa Sam kembali ke jalan yang benar.

Di lain sisi, terlahir dan besar sebagai Nasrani, kini Sam merasa terpanggil oleh agama Islam. Kehidupan gelapnya terdahulu tak pernah disesalinya. Namun, kini ia bersyukur telah menemukan pegangan hidup yang dirasa sebagai jalan yang terbaik.

"Agama tadinya hanya identitas buat saya, sampai akhirnya saya mengenal Islam. Di sana saya akhirnya tersadar bagaimana menjalani hidup yang seharusnya. Alhamdulillah saya seperti yang sekarang ini," ujar pria yang lahir di Medan, 14 April 1987 itu.  Banyak kisah-kisah mengharukan yang ditulis di buku ini. Buku seharga Rp 60 ribu ini telah habis terjual, meski baru dijual secara pre-order satu bulan terakhir.

Sam berharap buku ini bisa menginspirasi banyak orang di luar sana, terutama yang bernasip sama seperti dirinya. "Tidak ada kata terlambat untuk mau berubah kembali," ujarnya. Ia mengatakan bahwa kunci untuk menemukan diri sendiri adalah dekat dengan Tuhan.

Jika sebagai manusia bisa dekat dengan penciptanya, maka tak ada lagi jalan yang perlu diragukan. Meski sulit "menemukan" diri sendiri, tetapi itu adalah hal yang paling disyukuri oleh Sam dalam hidupnya saat ini.

Sam berprofesi sebagai penghibur di Inggris. Bergabungnya dia dalam acara Big Brothers melambungkan namanya dan membuka jalan kariernya dalam wujud perempuan bernama Samantha. Sampai suatu saat ia membuka jati dirinya. Ajaibnya, ia tetap diterima dan hingga kini masih terus berkiprah di ranah hiburan internasional.(aya/tempo)[www.tribunislam.com]

Sumber : kabarsatu.news



Sebarkan...