Ternyata, Ormas Bubarkan Pengajian Langgar 2 Hukum Sekaligus


Ternyata, Ormas Bubarkan Pengajian Langgar 2 Hukum Sekaligus

ORMAS "JERUK MAKAN JERUK"
Ust Choirul Anam

Dalam suatu negara hukum, seseorang atau sekelompok orang mestinya tidak boleh bertindak layaknya aparat negara.


Jika sekelompok orang dari ORMAS tertentu, bertindak layaknya negara, misalnya membubarkan pengajian, maka ada dua kesalahan fatal yang sedang dilakukan: Melanggar hukum negara dan kedua melanggar hukum Allah.

Ini berbeda jika pembubaran dilakukan oleh aparat. Dalam hal ini, aparat hanya melanggar satu hukum, yakni hukum Allah.

Jika aparat mendiamkan sekelompok orang yang melakukan pelanggaran, maka aparat justru melanggar dua hukum: hukum negara (karena membiarkan pelanggar hukum negara) dan hukum Allah.

Jadi, dalam kasus Bangil, ORMAS tertentu dan aparat, sama-sama melanggar dua hukum, yaitu hukum negara dan hukum Allah.

Meski kedua melanggar hukum negara, tampaknya keduanya tidak akan diproses oleh sistem hukum negara, karena ada indikasi itu bagian dari skenario yang dirancang oleh mereka yang "berada di atas hukum". Jadi, tidak usah terlalu berharap dengan hukum yang ada. Terus terang dalam hal ini muncul distrust masif di masyarakat. Ini sesuatu yang teramat sangat kritis bagi suatu negara.

Namun, yang jelas, mereka tak akan pernah bisa lepas dari hukum Allah. Tapi hukum Allah memang masih nanti, saat mereka sudah mati. Bukan sekarang. Namun, jika melihat usia mereka tampaknya tidak lerlalu lama akan segera menghadap Allah dan menjalani proses peradilan di hadapan-Nya.

Selain dua hukum tersebut, yang jelas ORMAS tertentu dan aparat telah menggores luka yang dalam di hati masyarakat. Maka tak heran, simpati mengalir sangat deras kepada pihak yang didzalimi.

Terus terang ini merupakan BERKAH bagi pihak yang didzalimi. Sekali lagi, ini adalah BERKAH yang luar biasa. Lebih-lebih lagi jika pihak yang dizalimi sedang berjuang unk meyakinkan masyarakat tentang suatu gagasan yang sedang diperjuangkan. Wow!!!

Jika yang didzalimi bersabar apalagi tetap cool, maka berbagai kezaliman itu merupakan pintu tol untuk membuka hati dan pikiran masyarakat.

Oleh karena itu, ORMAS yang suka berbuat dzalim dan aniaya harusnya sadar, bahwa berbagai tindakan brutal mereka tidak berefek apa-apa, kecuali semakin merosotnya citra mereka dan meroketnya citra pihak lain yang didzalimi.

Makanya jangan jadi jeruk makan jeruk!

Wallahu a'lam.[www.tribunislam.com]

Sumber : dakwahmedia.my.id



Sebarkan...