Populer di Awal 2000an, Pernah Nganggur dan Kelaparan, Dipenjara 2X, Akhirnya menyatakan putus hubungan dengan setan


Kehidupan setiap orang pasti memiliki naik turun, kadang di atas kadang di bawah, kadang merasakan kesuksesan kadang juga harus merasakan penderitaan.



Hal itu juga dialami oleh Muhammad Hamzah atau dulu dikenal dengan nama Bjah The Fly.

Kariernya sempat melejit saat menjadi vokalis band The Fly di awal tahun 2000an silam.

Namun pada Maret 2005, ia memutuskan untuk hengkang dari band yang membesarkan namanya karena ingin melanjutkan S1 Hukum.

Ia juga pernah ikut terlibat dalam penggarapan musik latar dan soundtrack di beberapa film.

Bjah juga kerap terlibat di belakang layar pembuatan video klip.

Namun kariernya sempat merosot tajam setelah ia 2 kali terjerat kasus narkoba.

Polisi pernah menciduknya 2 kali di tahun 2013.

Kala itu ia pun menyampaikan permintaan maafnya pada keleuarga.

“Saya minta maaf kepada keluarga saya. Karena Saya telah mengecewakan mereka,” ucapnya, Jumat (12/7/2013), dalam jumpa pers di Direktorat VI Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri, Cawang, Jakarta Selatan.

Setelah pernah merasakan 2 kali dipenjara, Bjah akhirnya menyatakan ‘putus hubungan’ dengan setan.

Dalam sebuah postingan, Bjah yang sudah menikah dengan wanita bernama Nina dan memiliki 2 anak ini mengaku tak ingin kembali berhubungan dengan setan.

“Eh setan! Sebagai mantan temen, gue nasihatin loe baik-baik nih,, Gak berguna dan bermutu banget elu hidup!

Elu minta hidup kekal hanya untuk jerumusin manusia biar nemenin loe di neraka.

Mendingan loe tobat dah tan terus minta buru-buru dicabut nyawa loe yang ga beguna itu.

Siapa tahu Allah masih mau nerima tobat lu tan,” tulis Bjah.

Kini penampilannya juga makin berbeda, mantan kekasih mendiang Sukma Ayu itu sudah berhijrah.

Penampilannya kini pun bikin pangling, karena ia menumbuhkan jenggot lebat di dagunya.

Kepada wartawan, pengalaman pahitnya yang pernah menimpanya dan langsung ditolong Allah membuatnya jadi sosok yang berbeda.

Tepat pada Oktober tahun lalu ia memutuskan untuk hijrah, usai bertemu dengan seorang sopir Uber yang tengah menayangkan video kajian seorang ustaz Hasan Basri.

Ia pun mulai membenahi diri dan belajar memperdalam agama.

“42 tahun nunggu hidayah nggak dateng-dateng. Sampe goblok nggak akan Allah kasih. Hidayah itu dijemput. Gimana caranya? Paksakan kita beribadah, baca AlQuran, puasa, nanti Allah kasih hidayah,” ujar Bjah ketika ditemui di PT. Tri Megah Selaras Indonesia, Jakarta Timur, Kamis (9/11/2017).
.
“Banyak teguran. Entah itu masuk penjara entah itu apa. Penjara itu udah cukup. Itu menyesal ampun-ampunan. Dulu gua mau mencoba hijrah tapi yang ada, gua kejar dunia. Bukan, bukan. Akhirnya sekarang gua sadar,” sambungnya.”

“Allah bantu, semua Allah mempermudah semua. Apapun itu yang dijabbah. Awal-awal saya hijrah, waktu itu saya belum dapet kerja. Saya belum makan dari kemaren. Terakhir makan sore.”

“Besoknya hari Minggu, sampe masuk Ashar saya udah gemeteran (karena laper), anak sama istri saya lagi nggak di rumah, di luar kota. Abis solat saya lipat sajadah, saya mau nangis, ‘Ya Allah hambamu kelaperan’. Terus, rumah gua ada yang ketok, ada yang kasih nasi besek. Nangis gua. Masya Allah langsung dijabbah,” kenang pria berusia 42 tahun itu.[www.tribunislam.com]

Sumber : pembelaislam.com

Sebarkan...