Pernyataan JK tentang Tenaga Kerja China, Membongkar Apa Yang Ditutupi Jokowi Selama ini

Pernyataan JK tentang Tenaga Kerja China, Membongkar Apa Yang Ditutupi Jokowi Selama ini

Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla menerima kunjungan kehormatan Wakil Perdana Menteri Cina Liu Yandong. Dalam pertemuan tersebut, Jusuf Kalla sempat menyinggung mengenai jumlah tenaga kerja asing asal Cina yang masuk ke Indonesia.


“Saya katakan tadi investasi Anda (Cina) bagus, cuma jangan terlalu banyak bawa tenaga kerja,” ujar Jusuf Kalla dalam konferensi pers di Istana Wakil Presiden, Senin (27/11).

Belajar dari pengalaman sebelumnya, Jusuf Kalla meminta, agar perusahaan Cina dapat melatih tenaga kerja Indonesia terlebih dahulu sebelum berinvestasi. Pelatihan tersebut bisa dilakukan di Indonesia maupun Cina. Permintaan wakil presiden ini disetujui oleh Wakil Perdana Menteri Liu.

“Sekarang kan kalau ada investasi Tiongkok itu ribuan dia bawa (tenaga kerja). Saya bilang jangan begitu, harus dilatih dulu, bisa dilatih di Cina, bisa dilatih di Indonesia, dan dia setuju menggunakan tahap-tahap itu,” kata Jusuf Kalla.

Pernyataan JK ini telah dimuat dibanyak Media salah satunya yang dimuat oleh republika dengan judul Wapres JK Minta Cina tidak Banyak Bawa Tenaga Kerja.

Hal ini sangat bertolak belakang dengan pernyataan Jokowi beberapa waktu lalu, sebagaimana yang diposing oleh Kompas pada desember 2016 dengan judul Jokowi Sebut Isu “Serangan” Tenaga Kerja China sebagai Fitnah

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa isu Indonesia kebanjiran tenaga asing ilegal terutama dari China adalah fitnah yang tidak boleh dipercaya begitu saja.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) Lahendong Unit 5 dan 6 serta PLTP Ulubelu Unit 3 Lampung yang acara peresmiannya digelar di Tampaso, Minahasa, Selasa (27/12/2016).

“Saya ingin ingatkan sekali lagi, jangan ada yang percaya dengan sebaran fitnah, dengan tenaga kerja dan investasi yang dibilang sebagai ancaman, kebanjiran tenaga kerja, perlu saya sampaikan tidak,” kata Presiden Jokowi.

Pernyataan kedua kepala negara ini saling bertolak belakang, dan apa yang disampaikan JK pada akhir-akhir ini seakan menjadi pembenar atas kecurigaan banyak sekali rakyat Indonesia atas serbuan tenaga kerja asing terutama China.

Jika demikian adanya, berarti ada usaha menutup-nutupi yang dilakukan oleh Presiden atas masuknya tenaga kerja china secara besar-besaran ke Indonesia.[www.tribunislam.com]

Sumber : dakwahmedia.my.id

Sebarkan...