Mak Jleb! Wiranto: Tak Perlu Reuni Seperti Sekolah! Dulu Presiden Jokowi Reuni dengan Relawan Kok Diam?

Mak Jleb! Wiranto: Tak Perlu Reuni Seperti Sekolah! Dulu Presiden Jokowi Reuni dengan Relawan Kok Diam?

Banyak orang yang nyinyir Reun1 Akbar 2l2, mereka mempertanyakan mengapa Reuni, kayak orang sekolah saja. Dan bisa ditebak siapa yang nyinyir itu? Salah satu yang nyinyir itu adalah Wiranto. Wiranto memang orangnya terkenal ketidaksukaannya dengan aksi-aksi yang dilakukan Umat Islam.


Wiranto mengatakan Aksi 212 diadakan untuk menyongsong Pilkada DKI Jakarta 2017. Aksi tersebut terdorong dari kesamaan sikap penolakan.

“Kalau tidak salah untuk menyongsong Pilgub DKI toh? Ada satu gerakan massa yang menolak dan sebagainya. Dan tatkala Pilgub DKI selesai dan menghasilkan suatu keputusan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI dan sudah dilantik, sebenarnya hal-hal yang bersifat temporer itu sudah selesai,” kata Wiranto saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/11/2017).

Wiranto menilai kelompok massa 212 berbeda dengan lulusan sekolah atau kelompok paguyuban yang sifatnya permanen.

“Beda dengan reuni sekolah, reuni universitas, paguyuban-paguyuban apa, dan sebagainya yang bersifat permanen itu saya kira lazim. Tapi kalau ada satu gerakan bersifat temporer situasional kemudian mengadakan reuni dan alasannya saya belum tahu,” katanya.

Pak Wiranto Lupa bahwa atasannya Jokowi juga pernah reuni relawan, Apakah Pak Wiranto juga akan mengatakan hal yang sama, ngapain reuni kayak sekolah. Perlu diingat reuni yang pernah dilakukan Pak Jokowi juga bersifat tidak permanen, mau permanen gimana lha Tujuan pemenangan itukan tempral, mentog 10 tahun.

Mengutip  Kompas.com – 24/07/2016 ada ribuan relawan yang hadir bersilaturahmi dengan Presiden Jokowi.

Para relawan itu berasal dari berbagai macam organisasi seperti Bara JP, Projo, Seknas Jokowi, Almisbat, Jokowi Mania, Solmet Jokowi, Arus Bawah Jokowi, Duta Jokowi, Kawan Jokowi, Jasmev, Komunitas Alumni Perguruan Tinggi, Sekber Jokowi, GRI, RKIH, Kabar Nawacita, EP For Jokowi, Gerak Indonesia, RPJB, JNIB, Kornas Jokowi, JPKP, Jaman, GK Center, Forkami.

Menurut Umas, dengan selesainya pilpres 2014 lalu bukan berarti relawan Jokowi juga membubarkan diri. Organ relawan telah membulatkan tekad untuk bersatu tanpa menghilangkan identitas dan karakter serta ciri khas pergerakan masing-masing. Hal tersebut merupakan bentuk komitmen dan dukungan penuh kepada pemerintahan Jokowi hingga akhir masa jabatannya.

Kesimpulannya menolak Reun1 Akbar 2l2 hanyalah akal-akalan mereka saja yang tidak suka umat Islam bersatu, yang tidak suka dengan kebangkitan Islam. (detik/kompas/pembela2l2)[www.tribunislam.com]

Sumber : pembelaislam.com

Sebarkan...