Heboh, Pimpinan Ahmadiyah Diberi Panggung Kehormatan di Kampus Ternama


Heboh, Pimpinan Ahmadiyah  Diberi Panggung Kehormatan di Kampus Ternama

Seperti kita ketahui, Ahmadiyah sudah dinyatakan sesat oleh MUI sejak Munas II MUI yang diselenggarakan 26 Mei-1 Juni 1980.


Terhadap dua aliran Ahmadiyah ini, MUI telah mengeluarkan fatwa pada 1980 yang berisikan dua hal. Pertama, setelah mempelajari dan mendalami fakta dan data ajaran aliran Ahmadiyah melalui tujuh buku ajarannya, maka dinyatakan bahwa ajaran Ahmadiyah itu di luar Islam, serta sesat dan menyesatkan (dhollun wa mudhillun). Kedua, dalam hal fatwa ini, MUI selalu berkonsultasi kepada pemerintah.
http://m.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2005/07/17/40893/mui-fatwa-sesat-ahmadiyah-sudah-lama.html

Berikutnya atas desakan kaum muslimin agar pemerintah bertindak tegas atas ahmadiyah yang masih aktif menyebarkan pemahaman nya meski sudah dinyatakan sesat akhirnya dikeluarkan SKB 3 Menteri pada tahun 2008. Poin penting bagi para penganut ahmadiyah ada pada poin kedua:

Memberi peringatan dan memerintahkan kepada penganut, anggota, dan/atau anggota pengurus JAI sepanjang mengaku beragama Islam untuk menghentikan penyebaran penafsiran dan kegiatan yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran Islam, yaitu penyebaran paham yang mengakui adanya nabi dengan segala ajarannya setelah Nabi Muhammad SAW.

Mengejutkan nya, di departemen Sosiologi UGM akan diselenggarakan sebuah seminar dengan tema "Memaknai Ulang Peran dan Kepemimpinan Perempuan", dimana amir Jemaat Ahmadiyah Indonesia H Abdul Basit didaulat menjadi keynote speech. Hal ini diketahui dari publikasi acara yang ditempel di wilayah kampus UGM.


Kalaupun konteks acara itu bukan untuk menyampaikan pandangan ahmadiyah yang melanggar ajaran Islam sebagaimana yang dilarang dalam SKB 3 menteri, namun menempatkan mereka dalam panggung terhormat sebagai pembicara kunci tetaplah aneh.

Jika itu semua atas nama kebebasan akademik, netralitas kampus dan yang semisalnya, maka jubir HTI, FPI atau ustadz-ustadz seperti Bachtiar Nasir, Felix Siauw dan siapapun yang sedang dituduh intoleran,radikal,antipancasila jauh lebih terhormat untuk diundang agar setidaknya bisa menyampaikan pandangan nya dengan difasilitasi kampus besar.

Wallahu a'lam[www.tribunislam.com]



Sebarkan...