Kompas Harus Klarifikasi; Ada apa Di balik Peluncuran Gambar Sumpah Pemuda Citarasa Sosialisme?



28 Oktober selalu diperingati hari sumpah pemuda. Peringatan ini untuk mengenang peran pemuda dalam perjuangan melepaskan belenggu penjajahan dengan munculnya sumpah pemuda yang diantaranya penegasan kesatuan tanah air, bangsa, dan bahasa.



Tentu momen sakral ini secara seremonial akan diperingari media dengan ucapan selamat hari sumpah pemuda ataupun dijadikan headline, tak terkecuali dengan media KOMPAS.

Melalui media sosial, media yang dipimpin Edi Taslim, Director Group of Digital Kompas Gramedia dan Wakil Direktur Kompas.com ini mengeluarkan sebuah gambar janggal.


Poster yang mirip salah satu tokoh sosialis Indonesia, Syahrir, terlihat sedang berorasi. Sementara itu background dari sang tokoh berjejer kurang lebih tujuh kepalan tangan kiri juga. Apakah Kompas sedang membawa Masyarakat untuk kembali menggunakan Sosialisme lewat signifikasi-signifikas semiotik?

Redaksi mengira bahwa ilustrasi gambar tokoh itu diambil dari foto syahrir yang sedang berorasi. Seperti berikut


Sultan Syahrir, Source: Google

Hal ini tentu sangat bertentangan dengan rezim hari ini yang memegang Pancasila sebagai kesaktian dan alasan, sementara yang dicitrakan Kompas justru sosialisme yang berkecenderungan sistem politik komunisme. Haruskan juga kompas dibubarkan layaknya HTI dengan alasan anti Pancasila?.[www.tribunislam.com]

Sumber : mujahid212.com



Sebarkan...