Wali Kota Banda Aceh Minta LGBT dan Punk Diberantas


Wali Kota Banda Aceh Minta LGBT dan Punk Diberantas

Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman, meminta Satpol Pamong Praja (PP) dan Wilayatul Hisbah (WH) meningkatkan penegakan syariat Islam di Banda Aceh. Petugas diperintahkan fokus pada penertiban segala aktivitas berbau lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) dan anak punk.


Instruksi itu disampaikan Aminullah dalam rilis yang diterima Serambi, Senin (8/1). Dia mengatakan, banyak warga yang mulai terusik dengan kegiatan berbau LGBT maupun aktivitas anak punk yang semakin ramai di Banda Aceh. Menurutnya, komunitas punk yang beraksi malam hari kerap mengganggu warga di jalanan maupun rumah makan/kafe.

Seratusan perwakilan ormas Islam dan masyarakat umum menghadiri deklarasi Gerakan anti LGBT Aceh (GALA) di Gedung Evakuasi Bencana, Gampong Lambung, Ulee Lheue, Banda Aceh, Sabtu (23/12/2017)
“Aktivitas LGBT, punk, dan maksiat lainnya sangat bertentangan dengan Qanun Aceh Nomor 11 tahun 2002. Hal ini harus diberantas dari Kota Banda Aceh,” ujar Aminullah.

Selain bertentangan dengan Qanun Syariat Islam, perilaku itu juga berlawanan dengan adat istiadat dan kearifan lokal di Aceh. Wali kota juga meminta Satpol PP dan WH berkoordinasi dengan aparat penegak hukum lainnya agar sinergi dalam memberantas maksiat. Masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif dengan menghubungi aparat saat menemukan adanya pelanggaran syariat.

“Hindari main hakim sendiri, serahkan kepada aparat gampong atau aparat penegak hukum lainnya,” imbau Aminullah. Menurut wali kota, tanpa bantuan dan dukungan masyarakat, mustahil penegakan syariat Islam di Kota Banda Aceh akan terlaksana dengan baik.[www.tribunislam.com]

Sumber : b-islam24h.com, tribunnews.com

Sebarkan...