Parah! MetroTV yang Dapat Penghargaan dari Kemenag, Salah Fatal Menulis Ayat Al-Qur’an


Parah! MetroTV yang Dapat Penghargaan dari Kemenag, Salah Fatal Menulis Ayat Al-Qur'an

Belum usai kehebohan publik teruatama Umat Islam terkait MetroTV Raih Penghargaan Apresiasi Pendidikan Islam 2017 yang diberikan Kementerian Agama...


Di sosial media sedang heboh, beredar screenshot tayangan MetroTV dimana terjadi kesalahan fatal dalam penulisan ayat Al-Quran.

Awalnya ada yang curiga gambar screenshot itu HOAX. Ternyata tidak. Bahkan ada VIDEO nya tayangan MeteroTV tsb (video ada di bawah).

Ternyata benar-benar kesalahan yang sangat serius dan sangat keterlaluan…!!!

Dalam acara yang bertajuk "SYIAR KEMULIAAN" terkait SHOLAT ada kesalahan yang sangat fatal penulisan ayat suci Al-Qur'an surat al-‘Ankabût (29) ayat 45.

Di MetroTV ditulisnya:

“اِنَّ الصَلَةَ تَنحَ عَنِ الْفَحْشَ وَالْمُنْكَرَ”

Padahal seharusnya yang benar adalah:

“ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺼَّﻼﺓَ ﺗَﻨْﻬَﻰ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻔَﺤْﺸَﺎﺀِ ﻭَﺍﻟْﻤُﻨْﻜَﺮِ”

Parah sangat lah itu kesalahan tulisannya:

🔥 Kesalahan ke-⑴ | Menuliskan kata “ﺍﻟﺼَّﻼﺓ” sebagai “الصَلَةَ”

🔥 Kesalahan ke-⑵ | Menuliskan kata “ﺗَﻨْﻬَﻰ” sebagai “تَنحَ”.

🔥 Kesalahan ke-⑶ | Menuliskan kata “ﺍﻟْﻔَﺤْﺸَﺎﺀ” sebagai “الْفَحْشَ”.

Terus terang…

⚠️ Kesalahan 1 huruf saja dalam menuliskan al-Qur-ân itu sama sekali tidak bisa ditolerir apabila itu seorang dilakukan oleh seorang pengajar Agama Islâm untuk khalayak ramai, lebih-lebih lagi di media yang pemirsanya begitu banyak seperti televisi. Bahkan bertambah parah karena jelas si Ngustadzah itu sedang memegang di tangannya sebuah kitâb yang kemungkinan besar adalah sebuah Mush-haf al-Qur-ân.

Pertanyaannya, sudah pegang Mush-haf al-Qur-ân saja kenapa bisa salah…???

Maka perlu diteliti, apakah kesalahan itu memang disengaja kah…?

Kalau itu ternyata kesalahan yang disengaja, maka lihatlah apa yang dinukil oleh al-Imâm Yahyâ ibn Syaraf an-Nawawî رحمه الله pada kitâb at-Tibyan fî Adab Hamalatil-Qur-ân, cet Dâr Ibnu Hazm hal 164:

📍 Kata Imâm an-Nawawî رحمه الله: “Kaum Muslimîn ijma’ akan wajibnya untuk mengagungkan al-Qur-ân yang agung ini secara mutlak, mensucikannya, dan menjaganya. Dan mereka ijma’ pula bahwa siapa saja yang mengingkari satu huruf saja yang telah disepakati, atau menambah satu huruf saja yang tidak pernah dibaca oleh siapa pun, dalam keadaan ia mengetahuinya, maka IA KÂFIR!”.

Selanjutnya…

📍 Kata Imâm al-Qôdhî ibn Iyâdh رحمه الله: “Ketahuilah bahwasanya siapa saja yang meremehkan (menghinakan) al-Qur-ân (ket: maksudnya yang dibaca), atau al-Mush-haf (ket: maksudnya yang ditulis), atau dengan sedikit saja daripadanya, atau mencacinya, atau mengingkari satu huruf saja darinya, atau mendustakan sebagian dari apa yang dijelaskan oleh al-Qur-ân baik berupa hukum-hukumnya atau khobarnya, atau menetapkan sesuatu yang dinafikan al-Qur-ân atau sebaliknya, dalam keadaan ia mengetahuinya atau ia malah meragukan sebagian dari al-Qur-ân, maka IA KÂFIR berdasarkan ijma’ kaum Muslimîn!”.

Bahkan selajutnya...

📍 Imâm al-Qôdhî ibn Iyâdh رحمه الله mengatakan: “Siapa saja yang mengurangi satu huruf saja, atau menggantinya dengan huruf yang lain, atau menambah dengan satu huruf yang tidak tercantum di dalam mush-haf al-Qur-ân, pada hal yang telah disepakati ia bukanlah al-Qur-ân dalam keadaan disengaja, maka IA KÂFIR!”.

Jadi…

Kesalahan menuliskan ayat al-Qur-ân ini sangat fatal!!!

(Acad Syahrial)

BERIKUT VIDEO TAYANGAN METEROTV:[www.tribunislam.com]



Sumber : beritaislam24h.info

Sebarkan...