HTI Bantah Kibarkan Bendera di Reuni Aksi 212


HTI Bantah Kibarkan Bendera di Reuni Aksi 212

Hizbut Tahrir Indonesia, yang telah dibubarkan oleh pemerintah, membantah telah mengibarkan dan melepas bendera HTI ke udara saat gelaran reuni Aksi 212 di Monas, Jakarta, Sabtu (2/12).


“Sangat keliru jika itu disebut sebagai bendera HTI. Saya tegaskan itu bukan bendera HTI,” ujar mantan Juru Bicara HTI Ismail Yusanto saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Minggu (3/12).

Ismail mengatakan, bendera hitam-putih berlafaz tauhid itu merupakan panji kebesaran umat Islam di bawah bimbingan Nabi Muhammad SAW.

Ada dua jenis dari bendera/panji umat Islam, yakni bendera Al Liwa dan panji Ar Rayah.

Bendera Al Liwa adalah bendera berwarna putih dengan tulisan Arab La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah berwarna hitam. Sementara Panji Ar Rayah berupa bendera hitam dengan tulisan warna putih.

Ismail mengakui HTI menggunakan panji Ar Rayah sebagai simbol organisasi mereka. Namun dia menegaskan, tak berarti setiap mereka yang mengibarkan panji tersebut merupakan bagian dari HTI.

“Itu panji dan benderanya Rasulullah. Itu artinya benderanya muslimin di seluruh dunia,” kata Ismail.

“HTI menggunakan bendera itu sebagai simbol karena memang bagian dari usaha organisasi untuk mengenalkan persatuan semua Islam di seluruh dunia,” lanjut Ismail.

CNNIndonesia.com sebelumnya memberitakan, bendera berukuran relatif besar identik milik HTI diterbangkan dengan puluhan balon dalam acara Reuni Akbar Alumni 212, kemarin. Bendera itu berwarna hitam bertuliskan lafaz tauhid berwarna putih.

Berdasarkan pantauan di lapangan, balon berwarna hitam-putih itu diikatkan pada bendera itu sekitar pukul 09:47 WIB. (gil)[www.tribunislam.com]

Sumber : cnnindonesia.com, pembelaislam.com

Sebarkan...