Pemerintah Malaysia Pastikan Dakwah Zakir Naik Bebas dari Terorisme


Pemerintah Malaysia Pastikan Dakwah Zakir Naik Bebas dari Terorisme

Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi menyatakan bahwa dakwah yang disampaikan Zakir Naik bebas dari pemikiran terorisme.


Zahid Hamidi yang juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Malaysia menyebutkan, kesimpulan itu diambil setelah Kemendagri Malaysia melakukan investigasi dengan memutar ulang dan menstrankrip seluruh pidato Zakir Naik baik di dalam maupun luar Malaysia.

“Kami telah memeriksa semua pidatonya (Zakir Naik) dan tidak satupun dari kami yang menemukan adanya pemikiran terorisme,” ungkap Zahid saat debat Anggaran 2018 di Dewan Rakyat, Kuala Lumpur seperti dikutip dari The Sun Daily pada Rabu (08/11/2017).

Zahid menambahkan tuduhan bahwa Zakir Naik telah menyebar ujaran kebencian sudah keluar dari konteks. Ia menegaskan bahwa isu-isu semacam itu sengaja dihembuskan oleh beberapa tokoh dari luar negeri.

“Interpretasi (untuk mempromosikan terorisme) dilakukan oleh beberapa tokoh di luar negeri. Insiden di Dhaka adalah persepsi negara tersebut,” sambungnya.

Selain itu, Zahid kembali membenarkan bahwa Malaysia telah memberikan status penduduk tetap kepada dai internasional itu sejak 5 tahun yang lalu. Namun, ia tegas membantah pemberitaan media asing bahwa Zakir Naik telah memperoleh kewarganegaraan Malaysia.

Sejak pekan lalu, isu seputar Zakir Naik kembali hangat. Hal itu terjadi setelah India melakukan pengadilan atas dakwaan dari Badang Investigasi Nasional India (NIA) terhadap Zakir Naik. Isu itu semakin ramai diperbincangkan setelah India menyatakan akan meminta Malaysia untuk mengekstradisi Zakir Naik.

Menanggapi itu, Zahid menyatakan bahwa hingga saat ini, tidak pernah ada permintaan apapun secara resmi yang disampaikan India kepada Malaysia termasuk ekstradisi dai 52 tahun tersebut. Zahid juga menjamin bahwa Zakir Naik akan tetap aman di Malaysia selama dia mentaati aturan yang berlaku di Negeri Jiran itu.

“Saya telah bertemu dengan Perdana Menteri India, Nerendra Modi dan isu seputar Zakir Naik termasuk dalam pembahasan. Namun, tak ada permintaan yang disampaikan untuk mengkestradisi Zakir Naik,” ungkapnya.[www.tribunislam.com]

Sumber : kiblat.net

Sebarkan...