Militer Myanmar Sebut Tidak Ada Pembantaian, Aktivis HAM: Tak Masuk Akal


Militer Myanmar Sebut Tidak Ada Pembantaian, Aktivis HAM: Tak Masuk Akal

Beberapa aktivis HAM mengecam laporan militer Myanmar yang menyebut tidak ada pembunuhan terhadap warga Muslim Rohingya di Rakhine.


Terkait hal ini, seorang aktivis HAM Brad Adams menilai laporan yang dikeluarkan militer Burma “tidak masuk akal”.

Untuk itu, pihaknya meminta Pengadilan Pidana Internasional melakukan penyelidikan secara independen untuk membongkar kekejaman terhadap etnis Rohingya di Myanmar.

“Ini merupakan upaya militer Burma untuk membebaskan diri dari kekejaman massal, untuk itu pihak internasional harus menyelidikinya sendiri untuk menetapkan fakta dan mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.

“Pihak berwenang Burma sekali lagi menunjukkan bahwa mereka tidak bisa mengungkap kekejamannya sendiri dan tidak akan mudah menyelidiki mereka,” tambahnya pada Selasa (14/11/2017).

Selain Adams, Human Right Watch (HRW) juga menyatakan bahwa sekarang saatnya Pengadilan Pidana Internasional di Den Haag untuk menyelidiki otoritas Myanmar.

Dalam hal terkait, jubir PBB Jeremy Laurence mengungkapkan bahwa penyidiknya di Bangladesh menemukan banyak bukti pembunuhan dan penyiksaan warga sipil di Myanmar.

“Temuan kami cukup jelas mengenai apa yang sedang terjadi terhadap etnis Muslim Rohingya,” katanya dalam sebuah pernyataan.

“Apa yang kami temukan terjadi di negara bagian Rakhine adalah tentang pembersihan etnis, pembunuhan, pemerkosaan, penyerangan, pembunuhan, penyiksaan. Kami mendengarnya dari orang-orang secara berulang-ulang,” pungkasnya.

Sebelumnya, militer Myanmar mengeluarkan sebuah laporan bahwa “tidak ada etnis Rohingya yang terbunuh” dalam operasinya di Rakhine.[www.tribunislam.com]

Sumber : kiblat.net

Sebarkan...