Kelompok Bumi Datar Ingin Teorinya Masuk Kurikulum Sekolah


Kelompok Bumi Datar Ingin Teorinya Masuk Kurikulum Sekolah

Kelompok komunitas bumi datar dari seluruh dunia berkumpul di North Carolina, Amerika Serikat, pekan lalu, untuk menggelar Konferensi Bumi Global pertamanya. Mereka yang hadir dalam konferensi tersebut harus membayar US$149 atau hampir Rp2 juta.

Pertemuan ini menghasilkan 'bukti sejati' yang membantah klaim teori bumi bulat yang disampaikan ilmuwan hingga Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan 'ngotot' dengan 'kebenaran' bumi datar melalui metode ilmiahnya.

Tokoh bumi datar Mark Sargent, yang memiliki lebih dari 40 ribu pengikut di saluran YouTube, berkeras bahwa teori tersebut adalah benar dan harus dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah.

"Ilmu pengetahuan harus membahas ini (bumi datar) secara polos dan sederhana. Mereka tidak bisa menghindari itu. Kami terus mengampanyekan, meskipun konferensi berakhir," kata Sargent, dikutip dari Indy100, Jumat, 17 November 2017.

Ia melanjutkan, tidak ada orang lain yang berkeras selain NASA yang memaksakan diri memproduksi 'analisis yang menyesatkan' dengan tipuan kolaboratif yang besar.

Pendukung bumi datar terus menunjukkan eksistensinya. Penulis Conspiracy Theories: Secrets and Power in American Culture, Mark Fenster menjelaskan, kenapa teori bumi datar menyebar dan populer secara daring.

Hal ini tak terlepas dari ketertarikan orang dengan teori konspirasi. Gagasan bumi datar dikategorikan sebagai salah satu pembahasan teori konspirasi.

Fenster menuturkan, Amerika Serikat termasuk 'gila dengan teori konspirasi' sejak sebelum Perang Revolusi AS pada 1770-an hingga 1780-an.[www.tribunislam.com]

Sumber : viva.co.id

Sebarkan...