Guru Galak yang Tendangi Murid SMK Tangerang Dipecat



Petugas Kepolisian Sektor Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten, telah melakukan pemeriksaan atas kasus kekerasan secara brutal yang dilakukan guru honorer terhadap murid di SMK Gema Bangsa.



Menurut Kapolsek Cisoka, AKP Amanta, berdasarkan penyelidikan sementara, guru itu menendangi muridnya yang berinisial M. Karena, korban tidak mengerjakan tugas yang diberikannya.

Awalnya, guru itu hanya memberikan hukuman fisik berupa push up di lantai depan kelas. Namun, M melaksanakan hukuman dengan bercanda.

Karena itulah, kata Amanta, sang guru memanggil lagi M dan langsung menendangi tubuh murid kelas 10 itu di lantai.

"Kita sudah mediasi antara pihak keluarga, sekolah dan guru. Bahkan, sudah ada tindakan tegas yang diberikan pihak sekolah pada sang guru honorer ini," kata Amanta, Senin, 13 November 2017.

Amanta mengatakan, pihak sekolah telah memecat guru itu. Korban telah mendapatkan pendampingan dari psikolog.

Kasus ini terungkap setelah video tindak kekerasan itu beredar luas di media sosial.

Video guru tendangi murid yang beredar memiliki durasi satu menit, 25 detik. Dalam video terekam seorang murid yang sedang menjalani hukuman push up. Namun, usai ia menjalani hukuman push up, tiba-tiba murid itu dipanggil sang guru.

"Selesai" ujar sang murid sembari meninggalkan sang guru.

"Hei balik lagi" ujar sang guru yang nampak sibuk memainkan telepon genggamnya.

Pada menit ke 0.22 terlihat, sang guru tersebut gusar dan melakukan kekerasan dengan menendang sang murid hingga beberapa kali.

Video tersebut, yang berjudul "Anak gema bangsa di aniaya", diunggah lewat akun Hilman Abdilah.[www.tribunislam.com]

Sumber : viva.co.id

Sebarkan...