Guru Besar UI: Sakit! BUMN Ibarat Peternak, Setelah Ayam Besar Dijual


Guru Besar UI: Sakit! BUMN Ibarat Peternak, Setelah Ayam Besar Dijual

Logika swastanisasi dan privatisasi yang dilakukan oleh Pemerintahan Joko Widodo hanya akan menguntungkan pihak-pihak tertentu dan bukan untuk kemakmuran rakyat.


Swastanisasi dan privatisasi aset strategis nasional bukanlah jalan keluar yang tepat untuk menjawab persoalan minimnya anggaran APBN untuk pengelolaan pelabuhan dan bandara.

Kesimpulan itu menjadi sikap resmi Partai Gerinda menyikapi wacana Pemerintahan Jokowi yang akan melakukan swastanisasi pada aset strategis nasional, yakni 30 bandara dan 20 pelabuhan.

”Wacana tersebut membuktikan bahwa kondisi keuangan negara di bawah kepemimpinan @jokowi sedang mengalami keterpurukan. #ParadoksIndonesia. Seharusnya @jokowi paham bahwa pelabuhan dan bandara merupakan wilayah yang strategis yang menjadi pintu masuk segala ancaman dari luar,” tulis akun Twitter resmi Partai Gerindra, @Gerindra.

Gerindra bersikap, jika swastanisasi benar-benar di jalankan, maka otomatis peran negara akan sangat kecil untuk melakukan kontrol. Kedaulatan bangsa dan negara juga tidak bisa diabaikan atas dalih anggaran negara yang defisit.

Sejalan dengan itu, anggota Komisi XI DPR Heri Gunawan menentang keras wacana pemerintah yang akan melakukan swastanisasi pada aset strategis nasional yakni 30 bandara dan 20 pelabuhan.

Menurut Heri, wacana tersebut membuktikan bahwa kondisi keuangan negara sedang mengalami sengkarut. “Pemerintah mengeluarkan wacana swastanisasi bandara dan pelabuhan dengan dalih penghematan anggaran negara yang sedang mengalami defisit. Dengan kata lain, pemerintah mengamini bahwa keadaan keuangan negara saat ini sedang compang-camping,” tandas Politikus Gerindra itu seperti dikutip teropongsenayan (14/11).

Secara umum, guru besar politik Universitas Indonesia (UI), Nazaruddin Sjamsudin, mengecam penjualan aset BUMN di era Pemerintahan Jokowi. “Ibarat peternak ayam, BUMN Indonesia itu bertugas memelihara ayam. Setelah ayam besar dan mulai bertelor, ayamnya lalu dijual. Sakit!,” tegas Nazaruddin di akun @nazarsjamsuddin.[www.tribunislam.com]

Sumber : intelijen.co.id

Sebarkan...