Dianggap Mengganggu, Prancis Larang Shalat Jumat di Jalan-jalan Paris


Dianggap Mengganggu, Prancis Larang Shalat Jumat di Jalan-jalan Paris

Menteri Dalam Negeri Prancis telah mengumumkan bahwa pihak berwenang akan menghentikan umat Islam untuk shalat Jumat di jalan-jalan di pinggiran kota Paris. Pemerintah juga berjanji untuk menemukan mereka sebuah alternatif, Sabtu (18/11/2017).


“Mereka tidak akan shalat di jalan, kami akan mencegahnya,” ungkap Menteri Dalam Negeri Prancis Gerard Collomb, Aboutislam melaporkan.

Shalat di jalan telah menjadi norma, yang terjadi setiap Jumat di pinggiran kota multietnis Clichy-la-Garenne, sejak Maret lalu. Hal ini dilakukan sebagai protes penutupan sebuah masjid lokal yang populer yang telah beroperasi di gedung pemerintah, namun sejak itu diubah menjadi sebuah perpustakaan..

Muslim menuduh pihak berwenang tidak menawarkan area yang cocok untuk membangun masjid baru.

Mengakui masalahnya, Collomb berjanji untuk mencarikan umat Islam sebagai alternatif.

“Muslim harus memiliki tempat pemujaan untuk sholat,” katanya.

“Kami akan memastikan kami menyelesaikan konflik ini dalam beberapa minggu ke depan,” tambahnya.

Komentar tersebut menyusul sebuah barisan baru-baru ini di mana sebuah kelompok yang terdiri dari 100 anggota parlemen lokal Prancis menyela sholat Jum’at Jumat awal bulan ini.[www.tribunislam.com]

Sumber : islampos.com

Sebarkan...