Shell Dukung LGBT, Masyarakat Diminta Boikot Produknya di Indonesia


Shell Dukung LGBT, Masyarakat Diminta Boikot Produknya di Indonesia

Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara menyerukan rakyat Indonesia untuk memboikot bahan bakar minya produk Shell, karena perusahaan multinasional itu mendukung gerakan Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender (LGBT).

Menurit Marwan, Indonesia adalah negara yang melarang LGBT, terlebih negara Indonesia merupakan negara yang dibangun dengan sendi-sendi agama yang berdasarkan ketuhanan, oleh sebabnya perusahaan Shell di Indonesia tidak boleh mendukung eksistensi gerakan LGBT di Indonesia.

“Boikot saja. Itu kebijakan korporasi yang menantang ajaran Islam yang sudah mengharamkan LGBT,” tegas Marwan secara tertulis, Sabtu (14/10).

Sejuh ini memang keberadaan LGBT di Indonesia telah menjadi sorotan Pemuka agama maupun tokoh masyarakat. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (Ketum MUI), Ma’ruf Amin mengatakan, MUI sudah mengeluarkan fatwa haram bagi LGBT.

Adapun soal HAM, menurut Ma’ruf Amin, adalah perlindungan hidup, bukan untuk mengembangkan kaum LGBT. Perlindungan HAM, lanjut dia, tak memperbolehkan seseorang berperilaku menyimpang.

“Dia (LGBT) tidak boleh memperoleh kesempatan untuk mengembangkan diri atau menambah kelompok karena nanti menjadi suatu yang meresahkan masyarakat,” ujar Ma’ruf.

PBNU pun menolak dengan tegas paham dan gerakan yang membolehkan atau mengakui eksistensi LGBT. “LGBT mengingkari fitrah manusia,” tegas Ketua PB NU Said Aqil Siradj.

Seperti yang telah dikatakan, Shell, perusahaan Migas multinasional yang berkantor pusat di Den Haq Belanda ini secara terang-benderang mensupport aktivitas dan lLGBT.

Menurut GM of External Relations PT Shell Indonesia, Haviez Gautama pihak perusahaan menganggap dukungan terhadap LGBT tersebut sebagai pengejawantahan dari upaya menciptakan iklim kerja inklusif.

“Dukungan Shell terhadap keberagaman merupakan wujud aspirasi kami untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif bagi karyawan kami di seluruh dunia dimanapun Shell beroperasi,” kata Haviez, Sabtu (14/10).

“Kami ingin karyawan kami mengetahui bahwa mereka diterima di Shell terlepas dari hal-hal yang membuat manusia berbeda seperti ras, agama, jenis kelamin, usia dan orientasi seksual,” paparnya.

Inisiatif dan dukungan Shell terhadap keberagaman, lanjut Haviez, merupakan bagian dari nilai-nilai global Shell dan agenda sumber daya manusia kami. “Penting untuk diketahui bahwa hal ini tidak dimaksudkan untuk mengubah pandangan ataupun kepercayaan individu terhadap isu-isu seputar LGBT,” tandasnya.

Sebagai catatan, dalam situs resmi shell.com disebutkan bahwa perusahaan ini mulai terbuka untuk jaringan LGBT sejak 1997.

Dalam waktu cepat, jaringan LGBT tersebut menyebar ke sejumlah cabang Shell di negara lain seperti Inggris, Belanda, Kanada, India. Terakhir pada 2015 lalu, jaringan LGBT juga sudah terbentuk di Afrika Selatan.

“It felt good that Shell cared about LGBT issues and employees. I wanted to work for a company that valued diversity.” Kata situs Shell.[www.tribunislam.com]

Sumber : oborislam.com

Sebarkan...