Pesimis dengan Pembentukan Densus Tipikor, Pengamat: Ujung-ujungnya Lip Service


Pesimis dengan Pembentukan Densus Tipikor, Pengamat: Ujung-ujungnya Lip Service

Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian 'ngebet' ingin membentuk Densus Tipikor untuk membantu program pemberantasan korupsi yang semakin merajalela di Tanah Air. Wacana dibentuknya Densus Tipikor pun telah disampaikan Tito di depan Komisi III DPR beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Kepolisian Bambang Rukminto justru pesimis dengan wacana Jenderal Tito. Menurutnya, Densus Tipikor tak lebih dari proyek bombastis yang cuma sekadar manis di mulut saja.

"Cuma heboh di depan, tapi tak mengubah substansi pemberantasan korupsi yang dilakukan Polri. Ujung-ujungnya lip service," kata Bambang saat dihubungi Kricom.id, Selasa (17/10/2017).

Bambang pun mengomentari opsi yang disampaikan Tito saat rapat gabungan dengan Polri, KPK dan Kejagung di Komisi III, Senin (16/10/2017) kemarin soal keberadaan Densus Tipikor yang nantinya seperti Densus 88 Antiteror.

Pengamat dari Institute for Security and Strategic Studies (ISeSS) ‎ini mempertanyakan badan yang akan membawahi keberadaan Densus Tipikor tersebut.

"Densus 88 jelas di bawah koordinasi BNPT. Densus Tipikor ini di bawah siapa? Kalau tetap naungan Bareskrim, apa bedanya dengan Dirtipikor," tanya Bambang.

Selain itu, opsi yang ditawarkan Jenderal Tito terkait keanggotaan Densus dari Polri dan kejaksaan dinilai sulit.

‎"Memangnya segampang itu. Kejagung punya kewenangan tersendiri yang bukan di bawah koordinasi Kepolisian," ungkapnya.

Dalam rapat Komisi III kemarin, Densus Tipikor‎ diusulkan dipimpin oleh perwira bintang dua Polri. Kejaksaan bertugas menyiapkan Satgas khusus yang akan langsung menerima limpahan tugas dari Polri agar cepat dilimpahkan ke Pengadilan.[www.tribunislam.com]

Sumber : kriminalitas.com

Sebarkan...