OHCHR: Tentara Myanmar Bakar Masjid dan Al-Qur’an


OHCHR: Tentara Myanmar Bakar Masjid dan Al-Qur’an

Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) baru-baru ini merilis sebuah laporan bahwa serangan yang dilancarkan Myanmar sebagai upaya untuk mengusir etnis Muslim Rohingya.


Dalam laporan kali ini, PBB menyebut serangan yang dilancarkan terhadap Muslim Rohingya telah menjadi kampanye yang terorganisir dengan niat mengusir mereka ke Bangladesh.

“Serangan brutal terhadap Rohingya sangat terorganisir dengan baik dan sistematis dengan tujuan untuk mengusir penduduk dari Myanmar dan mencegah mereka untuk kembali,” katanya pada Rabu (11/10/2017).

Selanjutnya, PBB membeberkan bahwa pemerintah Myanmar telah melakukan beberapa cara untuk menekan etnis Muslim Rohingya, termasuk mengadu mereka dengan orang-orang Buddha bersenjata.

“Pelanggaran HAM sering yang dilakukan pasukan keamanan Myanmar terhadap penduduk Rohingya adalah sering memebenturkan mereka dengan orang-orang Buddhis Rakhine bersenjata,” ujarnya.

Selain itu, PBB juga menyoroti langkah Myanmar untuk menanamkan ketakutan dengan melemahkan fisik, emosional dan psikologis terhadap warga Rohingya.

“Dalam beberapa kasus sebelum dan selama serangan, megafon digunakan untuk mengumumkan bahwa ‘etnis Rohingya bukan warga Myanmar, pergi ke Bangladesh. Jika tidak pergi, kami akan membakar rumah anda dan membunuh Anda’,” paparnya.

Dalam hal terkait, Kepala Komisioner Tinggi HAM (OHCHR) Thomas Hunecke mengaku telah menerima informasi bahwa tentara Myanmar menanam ranjau guna mencegah etnis Rohingya kembali.

“Kami telah menerima informasi yang sangat kredibel, tentara Myanmar telah menanam ranjau darat di perbatasan untuk mencegah warga Rohingya tidak kembali,” tuturnya.

Bukan hanya itu, anggota misi OHCHR Myanmar Karin Friedrich juga menemukan fakta baru bahwa ada masjid dan kitab Al-Qur’an yang telah dibakar oleh tentara Myanmar.[www.tribunislam.com]

Sumber : kiblat.net

Sebarkan...