Memalukan, Dua Polisi di Banten Keroyok Pelajar SMK


Memalukan, Dua Polisi di Banten Keroyok Pelajar SMK

Sungguh terlalu. Dua anggota Direktorat Sabhara Polda Banten menyerang Sekolah Menengah Kejuruan PGRI 1 Kota Serang, Banten, dan memukuli seorang pelajar hingga terluka.

Dua anggota Sabhara Polda Banten itu bernama Bripda Renaldy Anugrah dan Bripda Agung Supriyatna. Keduanya memukuli AS, pelajar SMK PGRI 1 Serang, yang masih duduk di bangku kelas tiga.

Yang lebih memalukan, Bripda Renaldy dan Bripda Agung memukuli AS di depan sekolah korban. Korban diseret, ditendang dan dipukuli. Bahkan, keduanya juga mendatangkan belasan temannya seesama anggota Sabhara dengan menggunakan truk polisi ke sekolah itu.

Tindakan semena-mena ini dilakukan Bripda Renaldy dan Bripda Agung pada Kamis, 19 Oktober 2017. Semua berawal dari saling balas komentar di media sosial antara Bripda Renaldy dengan korban.

Keduanya bertikai di media sosial, karena korban tak terima, Bripda Renaldy selalu menggoda dan merayu kekasih AS.

"Saya juga sempat emosi pas tahu kejadian bahwa ada cowok yang mendekati pacar saya, dan cowok yang mengganggu pacar saya mengaku petugas kepolisian Polda Banten," kata AS saat ditemui di RSUD dr Dradjat Prawiranegara.

Sementara itu, menurut Kapolda Banten, Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo, puncak dari pertikaian antara korban dan Bripda Renaldy terjadi pada Rabu malam, 18 Oktober 2017.

Saat itu korban mengirimkan pesan melalui WhatsApp kepada pelaku yang berisi kalimat permintaan agar pelaku tak lagi menggoda pacar korban.

Tak terima ditegur korban, Bripda Renaldy lalu mengajak Bripda Agung untuk mencari korban ke sekolahnya dan menganiaya korban.

Tak hanya itu, kedua pelaku juga mendatangkan temannya dari satuan yang sama dari Polda Banten untuk menyerang ke sekolah tersebut. Belasan anggota Ditsabhara tiba di depan sekolah dengan satu unit truk dan sepeda motor.

Tindak Tegas

Beruntung tindakan premanisme polisi muda itu bisa dihentikan oleh petugas kepolisian yang kebetulan ada di dalam lingkungan SMK PGRI 1 untuk melakukan penyuluhan Operasi Bina Kusuma Kalimaya 2017.

"Untuk saat ini korban sedang diobati karena terluka dan masih dalam proses laporan dan untuk terduga pelanggar masih diamankan di ruang Provos Bidpropam," kata Kapolda Banten, Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

Listyo berjanji akan menindak tegas pelaku penganiayaan dan anggota Sabhara yang datang ke SMK PGRI 1.

"Dilakukan langkah tegas dengan memproses tuntas di propam terhadap dua pelaku yang melakukan pemukulan, termasuk teman-temannya yang melakukan pembiaran dan tidak menutup kemungkinan diproses pidana," katanya. (ren)[www.tribunislam.com]

Sumber : viva.co.id

Sebarkan...